5 Alasan Dianjurkan Makan Kurma saat Buka Puasa, Baik untuk Tubuh

5 alasan dianjurkan makan kurma saat buka puasa baik untuk tubuh b261c00

JAKARTA – Ada banyak makanan enak yang bisa disantap saat . Namun, seluruh umat Islam disarankan untuk berbuka puasa dengan memakan terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Kurma merupakan salah satu makanan yang disukai Nabi Muhammad SAW. “Di banyak negara sudah menjadi kebiasaan bagi umat Islam untuk berbuka puasa dengan makan kurma karena (dianggap) tradisi yang diberkati berdasarkan (contoh) Nabi Muhammad,” kata Dr. Nisar Ahmad. Bathoolunnis, manajer nutrisi, dikutip Sheikh Shakhbout Medical City (SSMC), Jumat (1/3/2024).

Bacaan Lainnya

Namun kenyataannya, hal ini tidak terjadi begitu saja. Buah berwarna coklat ini memiliki rasa manis yang nikmat. Selain itu, kurma juga mengandung banyak nutrisi yang penting bagi tubuh setelah berpuasa.

Selain itu, mengutip dari Daily Sabah, ada beberapa manfaat lain yang bisa didapat dari penggunaan kurma saat berpuasa.

1. Membantu merasa kenyang Kurma merupakan buah yang banyak mengandung serat, terutama pektin. Lalu bagaimana cara meningkatkan rasa kenyang? Nah, serat-serat tersebut menarik air dan meningkatkan fluiditas isi lambung sehingga memperpanjang waktu yang dihabiskan di perut dan memberikan rasa kenyang.

Dengan memasukkan makanan berserat tinggi seperti kurma saat berbuka dan sahur, Anda akan lebih mengontrol nafsu makan dan merasa kenyang lebih lama.

2. Mendukung kekebalan: Penelitian menunjukkan bahwa kurma dapat memberikan efek stimulasi pada sistem kekebalan tubuh. Efek kurma ini dikaitkan dengan kandungan beta-glukan, yaitu polisakarida, jenis karbohidrat terbaik dan paling kompleks yang direkomendasikan dokter untuk kita konsumsi.

Selain itu, kurma juga mengandung senyawa fenolik dan karotenoid dalam jumlah besar (keduanya memiliki sifat antikanker yang baik), serta vitamin yang diduga berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh melalui efek dan sifat antimikrobanya. antioksidan. .

3. Obat sembelit: Makanan seperti kurma yang kaya serat harus berperan penting dalam pola makan yang sehat. Agar semuanya berjalan lancar, ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi setidaknya 20 hingga 30 gram serat per hari. Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat meningkatkan volume tinja dan memperpendek waktu transit usus, membantu mencegah sembelit yang ditakuti.

Selama bulan Ramadhan, Anda juga dapat memanfaatkan kandungan serat yang tinggi pada kurma untuk mendukung pencernaan dan mencegah sembelit, yang merupakan efek samping yang sering terjadi dan disayangkan dari pembatasan konsumsi makanan dan air selama bulan Ramadhan.

4. Baik untuk liver Kurma dikenal sebagai sumber potasium yang sangat baik, mineral penting yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Kalium terlibat dalam memastikan konduksi saraf, mengendalikan denyut nadi dan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi potasium membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi risiko stroke.

5. Sistem saraf dan energi Kurma, yang memiliki kandungan B1, vitamin B2 dan niasin (B3) yang tinggi, serta vitamin B6, membantu kita memenuhi kebutuhan harian akan vitamin B. Vitamin B yang disebutkan di atas terlibat dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, yaitu memperoleh energi dari nutrisi tersebut.

Kurma juga memainkan peran penting dalam berfungsinya sistem saraf. Ketika Anda kehabisan vitamin ini, kemungkinan besar Anda akan mengeluh tingkat energi yang rendah dan rendah, kelemahan, kelelahan dan kesulitan berkonsentrasi. Hal ini sangat penting terutama saat berpuasa, saat kabut otak merupakan tantangan nyata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *