5 Senjata Paling Mematikan Iran, Bikin Israel dan Amerika Ketar-ketir

5 senjata paling mematikan iran bikin israel dan amerika ketar ketir dc3f14c

Jakarta – merupakan salah satu negara yang memiliki militer terkuat di kawasan Timur Tengah. Keandalan sistem persenjataan yang didukung oleh kemampuan tempur dan keterampilan para prajurit yang mumpuni membuat rival utama mereka, Israel dan AS, ketar-ketir.

Kekuatan militer inilah yang membuat Israel, Amerika Serikat, dan sekutunya tidak berani bersikap acuh tak acuh menyikapi dugaan keterlibatan Iran di Gaza, Laut Merah, bahkan krisis Rusia. Namun ketegangan di antara mereka semakin meningkat.

Bacaan Lainnya

Berita terkini, Selasa lalu, Korps Garda Revolusi Islam memamerkan salah satu senjata paling mematikan di Iran. Senjata ini mampu meluncurkan rudal balistik ke sasaran pada jarak lebih dari 1000 km. Keempat rudal Khyber Shaken ini ditujukan dari provinsi Khuzestan di barat daya Iran menuju kelompok pemberontak di Idlib, Suriah.

Serangan ini memecahkan rekor Iran dalam penggunaan rudal dalam pertempuran dan juga merupakan serangan rudal besar pertama terhadap pangkalan IRGC di Khuzestan sejak perang Iran-Irak tahun 1980-1988. Singkatnya, kemampuan Khyber Shakan bisa dengan mudah menjangkau Israel atau salah satu dari sekitar 12 pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Selain Rudal Khyber Shakan, Iran Punya Sederet Senjata Mematikan Lainnya, Apa Saja? Berikut ulasannya dilansir Sputnik, Kamis (18/1/2024).

1. Rudal hipersonik Fattah-1

Fatah-1 adalah rudal supersonik baru Iran dengan jangkauan 1.400 km dan dapat terbang hingga Mach 13-15. Sulit bagi sistem pertahanan udara mana pun untuk memprediksi rudal ini berdasarkan kecepatan dan kemampuan manuvernya.

Hanya beberapa bulan setelah meluncurkan Fattah-1 pada tahun 2023, Iran meluncurkan rudal jelajah hipersonik yang disebut Fattah-2. Spesifikasi rudal misterius ini belum diketahui dan berbeda dengan Fattah-1.

2. Roket Abu Mahdi

Pada tanggal 3 Januari 2020, serangan pesawat tak berawak AS menewaskan seorang pemimpin senior milisi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, dan komandan Pasukan Quds IRGC, Qassem Soleimani, di Bagdad. Iran membalasnya dengan membom pangkalan AS di Irak dengan rudal balistik. Organisasi Industri Penerbangan Iran menamai rudal jelajah terbaru dan tercanggih Angkatan Laut Iran untuk menghormati komandan Irak yang terbunuh.

Rudal Abu Mehdi yang diperkenalkan pada Agustus 2020 merupakan rudal jelajah dengan panjang 6 meter, lebar 0,55 meter, dan bobot 1.650 kg dengan lebar sayap 3,1 meter dan hulu ledak 410 kg.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *