7 Adab Ziarah Kubur Jelang Ramadhan yang Perlu Diperhatikan Sesuai Sunnah Rasul

7 adab ziarah kubur jelang ramadhan yang perlu diperhatikan sesuai sunnah rasul 84f857c

kabarkutim.com.COM – Menurut Sunnah Nabi Muhammad, berikut adab sebelum 2024.

Setiap menjelang Ramadhan, umat Islam di Indonesia biasanya mengikuti tradisi ziarah kubur ke kuburan keluarga.

Bacaan Lainnya

Ritual ziarah makam menjelang Ramadhan biasanya diadakan rutin setiap tahunnya.

Ziarah kubur dianjurkan dalam Islam karena membuat jiwa kita lebih sadar akan kematian dan mempersiapkannya menghadapinya.

Selain itu, dianjurkan untuk mengunjungi makam sebelum Ramadhan dengan niat mendoakan keluarga almarhum. Adab berziarah ke makam sebelum Ramadhan

Ada hikmahnya dalam ziarah kubur.

Selain mengenang akhirat dan mendoakan keluarga almarhum, umat Islam hendaknya mengetahui tata krama saat menunaikan ibadah haji ke kuburan dengan mengutip laman resmi Pemprov Muhammadiyah dan Babilonia berikut ini. 1. Ingat tujuan utama haji

Meluruskan niat dan tujuan adalah tata krama pertama yang harus dipatuhi saat berziarah ke makam.

Niat adalah salah satu bagian terpenting dari seluruh tindakan manusia.

Suatu karya dapat dinilai baik atau buruknya dimulai dari tujuannya.

Oleh karena itu, tujuan ziarah kubur hanya untuk mendoakan ahli kubur dan sebagai cara agar kita mengingat masa depan yang telah diceritakan sebelumnya.

Tidak melakukan perbuatan yang dilarang, seperti meminta kepada ahli kubur atau mempersembahkan hadiah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. 2. Menyapa ahli pemakaman saat memasuki atau meninggalkan area pemakaman

Ucapkan salam saat memasuki atau meninggalkan kuburan.

Niat umat Islam adalah berdoa untuk kesejahteraan orang yang meninggal dan memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar mereka terbebas dari siksa kubur dan mendapat rahmat di alam kubur. عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُلَّمَا كَانَتْ لَيْ لَتُهَا م ِنْ رَسُولِ اللهِ semoga Allah memberkati dia سَلَّمَ عَلَهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ مَ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِلَ الْجِلْ يَخُ ِيعِ, فَيَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُم ْ دَارَ قَوْمٍ مُؤمِن َ, وَأَتَاكُمٍ مُؤمِنَ, وَأَتَاكُمَ غَدَوعُ مَدُوعُ مَدُ begitulah, دًا مُؤَجَ إِلَى اللَّهِ بَاءِ اللهِ بَاحِكَ إِلُونَ, وَنَّهُمْ اللهَ بَاحِك َ إِلُونَ ُمَّ اغْفِ Insya Allah. [رواه مسلم]

Artinya: Atas wewenang Aisyah Radiyallahu Anha, dia berkata: “Rasulullah SAW biasa pergi ke Baki setiap sore di penghujung malam dan bersabda: “Assalamu Alaikum Dara Qoumin Muqmin wa Atakum Ma . Tuaduna Gadan Muazzalun, Wa Inna InsaAllahu. bikum lahikun.. Allahummagfir li ahli bakil gharqad” (Wahai negeri orang-orang yang beriman, salam sejahtera bagi kamu semua dan apa yang dijanjikan kepadamu akan segera datang. Dan sesungguhnya kami, dengan izin Allah, akan mengikuti kamu semua. Ya Allah ! Baki’al -Maafkan penghuni Garqad (nama kubur)”.” [HR. Muslim] 3. Tidak melepas sepatu di kuburan dan tidak menempati kubur. Insya Allah لَيْنِ بَيْنَ الْقُبُورِ فَقَالَ يَا صَاحِتِب ِتِ السَّيْتِ السَّيْتِ الَسَيْعِ فَقَالَ.

Artinya: “Dari Basir Ibnu Al-Khasiyah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melihat seorang laki-laki berjalan ke dalam kubur dengan memakai kedua sandalnya, lalu beliau berkata; “Wahai kamu pakailah dua sandal. , bukalah sandalmu.” يَجْلِسَ اَ إِنَّ اللهَ جِلِهِ

Artinya: “Abu Hurairah Radiyallahu Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian duduk di atas bara api dan membakar pakaiannya hingga menembus kulitnya, Jika dia tidak masuk , itu lebih baik baginya. daripada mendudukkannya di dalam kubur.” [H.R. Muslim] 4. Sedangkan di dalam kubur menghadap kiblat menghadap Allah عَلَيْهْ لَي المَقْبَرَةِ.

Artinya : “Melihat kedua belas hadits tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk menghadap kiblat saat berziarah ke kubur” [HR. Abu Dawud] Warga mengunjungi makam kerabatnya di TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan. (WARTA KOTA/WARTA KOTA/HNL) 5. Doa ziarah kubur. ALLAH INGIN ALLAH INGIN ALLAH INGIN ALLAH INGIN ALLAH INGIN ALLAH INGIN

Artinya: “Aisyah Radiyallahu Anha meriwayatkan, Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam mendatangi Baki pada suatu malam, beliau mengangkat kedua tangannya dan memohon ampun kepadanya sebanyak tiga kali.” [HR. Muslim] Baca Selengkapnya: Istri Aktif Berorganisasi, Apa Hukumnya?

Hadits-hadits ini mengajarkan kita bagaimana berperilaku di alam kubur dan menghormati ahli kubur. 6. Kamu boleh menangis, tapi kamu tidak boleh berduka atas mayat

Menangis boleh, namun tidak boleh berkabung atas jenazah, sebagaimana Rasulullah (SAW) pernah menangis ketika berziarah ke makam ibunya. 7. Dilarang menanyakan kuburan dan beribadah padanya

Rasulullah (SAW) bersabda: Jangan duduk di kuburan dan jangan berdoa di dekatnya.

Maksud salat kepadanya adalah agar jangan menyembah atau memuji kubur.

Atau menjadikannya sumber Allah subhanahu wa ta’ala.

Salah satu hal yang diharamkan dalam ziarah kubur, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, adalah bertanya kepada ahli kubur.

Karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Yunus ayat 106 مِينِ

Artinya: “Dan janganlah kamu menyembah selain Allah yang tidak memberi manfaat dan tidak merugikan kamu. Sebab jika kamu melakukan (itu), niscaya kamu termasuk orang-orang yang zalim.” [QS. Yunus (10): 106]

(kabarkutim.com.com/Muhammad Alvian Fakka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *