8 Cara Aman Minum Obat untuk Anak Menurut Kemenkes, Cegah Gangguan Ginjal Akut

8 cara aman minum obat untuk anak menurut kemenkes cegah gangguan ginjal akut 41739ab

kabarkutim.com.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan aturan bahwa obat sirup dilarang diberikan, digunakan, dan dijual kepada anak-anak. Termasuk memberikan petunjuk cara penggunaan obat yang aman bagi anak.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari peningkatan angka kejadian gangguan ginjal parah pada anak. Hingga 18 Oktober, sebanyak 206 anak di 20 provinsi dilaporkan menderita gagal ginjal akut, 99 di antaranya meninggal.

Bagaimana cara mencari obat yang aman untuk anak? Setidaknya ada 8 hal yang harus diperhatikan orang tua saat memberikan obat pada anaknya.

Dikutip dari website healthnegeriku.kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menggunakan obat dengan baik dan benar sesuai resep dokter. Dan perhatikan informasi pada kantong obat.

Berikut beberapa cara penggunaan obat yang aman dan benar, terutama bagi anak-anak: Minumlah obat sesuai petunjuk penggunaan. Jangan gunakan lebih dari dosis yang ditentukan. Baca peringatan pada kemasan obat. Periksa tanggal pembuatan dan pastikan obat belum kadaluwarsa. Jangan menggunakan sisa sirup yang sudah dibuka dan disimpan dalam waktu lama. Hindari penggunaan antibiotik yang tidak diperlukan. Untuk mencegah terjadinya kontraindikasi, laporkan setiap efek samping obat yang Anda minum kepada penyedia layanan kesehatan terdekat atau melalui layanan BPOM Mobile.Dapatkan obat Anda dari lembaga pelayanan farmasi yang resmi atau berizin.

Selain itu, masyarakat diminta untuk sementara waktu tidak memberikan obat sirup/cair kepada anak. Begitu pula dengan petugas kesehatan yang tidak menganjurkan obat cair.

Apotek dan toko eceran diminta tidak menjual obat sirup sampai ada hasil resmi penyelidikan dan penelitian Kementerian Kesehatan.

Saat ini Kementerian Kesehatan sedang berupaya mencari penyebab gagal ginjal akut pada anak. Upaya pencarian masih berlangsung dan akan terus dilakukan.

Alternatifnya, anak dapat diobati dengan menggunakan bentuk sediaan lain seperti pil, tablet, supositoria (anal) atau lainnya.

Oleh karena itu, bila anak Anda mengalami gejala gangguan ginjal berat, Anda dapat segera membawanya ke puskesmas terdekat. Gejalanya adalah: Jumlah urin berkurang, siklus buang air kecil sedikit dan hampir tidak ada, gejalanya dapat disertai demam dan batuk, pilek, diare, mual dan muntah.

Demikian penjelasan cara minum obat yang aman untuk anak. Perhatikan obat-obatan yang Anda konsumsi dan konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *