Ada Paslon Bikin Iklan Pakai Artificial Intelligence, Ini Reaksi Wamenkominfo

ada paslon bikin iklan pakai artificial intelligence ini reaksi wamenkominfo e9dd48c

Wartawan Tribune.com, Andrapta Pramudiaz melaporkan

kabarkutim.com.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezer Patria menanggapi iklan pasangan calon presiden dan wakil presiden (Paslon) yang menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Bacaan Lainnya

Kalau urusan administrasi, Kominfo serahkan ke dan KPU, kata Nezer. “Cominfo belum masuk ke wilayah itu,” ujarnya.

Namun yang menjadi perhatian Cominfo adalah sisi hulu atau prospek proses pembuatannya

Ia mengatakan pengembang atau pengguna aplikasi AI diharapkan menerapkan prinsip transparansi.

Sebab, jika masuk ke ranah publik, terutama untuk menyampaikan pesan tertentu atau tampil sebagai iklan atau hiburan, maka bisa menimbulkan potensi keterasingan.

Jadi kalau dia memberi label bahwa video, kabarkutim.com atau gambar itu karya AI, agar tidak menipu masyarakat, kata Nezer kepada wartawan di Jakarta, dikutip Sabtu (25/11/2023).

Jika diberi label seperti ini, Nezer mengatakan masyarakat akan langsung paham bahwa itu dibuat oleh AI, sehingga lebih mudah dipahami.

Informasi di sana juga bisa dikritik oleh masyarakat

“Saya pikir di zaman di mana teknologi AI diterapkan dengan sangat cepat, yang terpenting adalah keluarga kita bisa mempertajam pemikiran kritis mereka sambil melihat semua produk yang dibuat dengan kecerdasan buatan,” kata Nezer.

Sebelumnya beredar rekaman video yang memperlihatkan beberapa anak yang tampak tertawa sambil memegang gelas susu.

Klip lainnya menunjukkan makanan disajikan di depan anak-anak, yang digambarkan sedang tersenyum.

Di akhir video muncul tulisan “Generasi Indonesia Maju” disertai gambar kartun calon presiden pada Pilpres 2024.

Video kemudian ditutup dengan tulisan “Pavo Gibran 2024 Bersama Indonesia Maju”. Penolakan TKN

Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Provo-Gibran Budisatrio Djiwandono buka kabarkutim.com atas dugaan pelanggaran aturan kampanye.

Diketahui, kelompok komunitas Democracy Radar di Indonesia melaporkan bahwa sebuah stasiun televisi nasional memasang iklan politik yang menyasar anak-anak.

“Tidak ada anak-anak yang terlibat dalam pembuatan video iklan tersebut. Budi kepada wartawan, Rabu (22/11/2023), “Ini hanyalah sebuah kecerdasan buatan atau kreasi AI, dari teks hingga gambar yang dibuat melalui AI.

Budisatrio mengatakan timnya sangat mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Salah satunya adalah UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1, anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 18 tahun, termasuk anak yang belum dilahirkan. Tidak ada anak baik secara fisik maupun identitas dalam iklan ini. Tidak ada pemeran anak,” jelasnya. dibuat.

Lebih lanjut politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, TKN bertanggung jawab atas implementasi UU No. 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, yang melarang anak di bawah umur untuk mengikuti kegiatan kampanye atau kegiatan politik.

“Apa yang AI ciptakan adalah masa depan dimana anak-anak bisa makan dan minum susu gratis serta mendapatkan nutrisi yang cukup. Katanya, tidak ada anak yang ikut berkampanye atau berkampanye.

Meski demikian, Budisatrio juga memahami masih adanya kelompok yang belum memahami kemajuan teknologi saat ini.

Tim kreatif dan produksi iklan kami dipimpin oleh anak-anak muda Indonesia yang selalu mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang digunakan mampu menghasilkan animasi yang terlihat realistis. “Sehingga kita bisa memahami jika ada kesalahpahaman,” ujarnya.

Terkait permasalahan hukum, TKN merujuk permasalahan tersebut ke sistem peradilan pemilu terkait

“Kalau ada kawan-kawan yang keberatan, tentu dipersilahkan melaporkannya ke pihak berwajib, misalnya ke Bawaslu. Tapi saya harap kampanye kita tidak mengarah pada mentalitas masa lalu. Masa depan ada di sini, dan menuju tahun 2024. akan berada di bawah tim kampanye Pravo-Gibran. “Kami bangga telah menambahkan kandidat pertama yang menggunakan teknologi ini 100 persen untuk iklan TV kami,” kata Budisatrio.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *