Ahli Gizi: Gula dalam Buah-buahan Juga Dapat Meningkatkan Berat Badan  

ahli gizi gula dalam buah buahan juga dapat meningkatkan berat badan 487b597

kabarkutim.com.CO.ID, JAKARTA — Ahli Gizi Dr Septo Mangonkosomo (RSCM) Fralinita Ahdiyanti dari Instalasi Pelayanan Gizi Rumah Sakit Umum Nasional mengatakan, gula dari buah juga bisa menyebabkan penambahan .

Bisakah fruktosa atau gula dari buah menambah berat badan? Iya jadi jangan salah,” ujarnya dalam diskusi penatalaksanaan pola makan obesitas yang digelar online di Jakarta, Selasa (23/1/2024).

Bacaan Lainnya

Farrelly mengatakan, banyak orang yang salah paham, karena selama ini gula yang dianggap menyebabkan penambahan berat badan dan sebaiknya dibatasi adalah gula rafinasi atau sukrosa. Konon, hal ini sering dilakukan oleh para pelaku diet karena ingin mengonsumsi makanan manis, namun tetap ingin tetap sehat dan memenuhi kebutuhan serat.

“Dalam rangka gizi seimbang (pengklasifikasian makanan yang harus dikonsumsi), ada pula takaran buahnya. Ada batasan konsumsi buah dalam sehari, yaitu tiga sampai lima porsi, atau maksimal tiga buah apel. …,” dia berkata.

Menurut Furley, peningkatan gula darah setelah makan buah mungkin bergantung pada seberapa banyak buah yang dimakan seseorang, bukan jenis buahnya. Untuk itu, ia menyarankan agar para pelaku diet melengkapi kebutuhan seratnya dengan buah-buahan dan sayur-sayuran, untuk memenuhi kebutuhan seratnya tanpa menambah asupan gula.

Ia juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat dan seimbang seperti yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI (Kimniks) melalui program “Isi Pinggan Saya”.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saxono Harbuono mengatakan program gizi seimbang bertajuk “Isi Piringku” merupakan bentuk intervensi yang tepat untuk menurunkan laju pertumbuhan obesitas di Indonesia. “Program Isi Piringku yang dilaksanakan di Puskesmas merupakan langkah positif dalam mewujudkan pola makan seimbang dan mencegah obesitas,” kata Dante.

Dikatakannya, program “Isi Pinggan Saya” terdiri dari kualitas dan komposisi makanan yang diambil yang sebelumnya dikenal dengan istilah empat sehat lima sempurna.

Secara umum isi piring saya menggambarkan porsi makanan di piring yang terdiri dari 50% buah dan sayur, serta 50% sisanya karbohidrat dan protein.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *