Alami Inner Child Trauma Bisa Berisiko Terjebak Toxic Relationship

alami inner child trauma bisa berisiko terjebak toxic relationship 4a31481

Laporan reporter kabarkutim.com.com Aisya Nursyamsi

kabarkutim.com.COM, JAKARTA – Setiap orang bisa saja memiliki anak di dalam dirinya. Namun, tidak semua orang mengalami trauma batin anak.

Bacaan Lainnya

Trauma dalam diri anak menandakan bahwa seseorang mempunyai permasalahan yang belum terselesaikan atau belum terselesaikan.

Hal ini biasanya dikaitkan dengan trauma masa kecil. Manusia mengalami trauma pada masa pertumbuhan dan perkembangan.

Beberapa orang yang pernah mengalami trauma masa kecil berisiko terjerumus ke dalam hubungan yang beracun.

Psikolog Samantha Elsener mengatakan hal ini.

Samantha pun menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Munculnya salah satunya bisa karena trauma dalam proses pengasuhan.

“Kalau soal mengasuh anak, ada kondisi kelaparan bapak dan kelaparan ibu,” ujarnya dalam diskusi yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Rabu (13/2/2024).

Jika anak mempunyai masalah dengan pola asuh ayahnya, ia akan mengalami kemarahan ayahnya ketika sudah dewasa.

Ciri khusus gadis yang pernah mengalami lapar akan ayah adalah ia haus akan kasih sayang dari seorang laki-laki.

Hal ini dikarenakan ia tidak menerima kasih sayang, pengakuan dan dukungan dari ayahnya sepanjang tumbuh kembangnya.

Jadi dia butuh perhatian saat besar nanti, dll.

“Efeknya malah berakhir pada hubungan yang tidak sehat (),” imbuhnya.

Perempuan yang pernah mengalami father starvation terus mencari alasan, meski mengalami kekerasan atau sering dianiaya oleh pasangannya.

Selain itu, ia merasa apa yang dialaminya adalah hal biasa. Karena begitulah cara orang tua mereka memperlakukan mereka di masa lalu.

“Dia merasa baik-baik saja. Dia sering percaya dan mencari bukti tentang hal itu. Jadi dia menutupi sisi negatifnya. Meski teman-temannya sudah memperingatkan. Dia akhirnya terjebak dalam hubungan yang beracun,” ujarnya sambil menyindir.

Pada saat yang sama, pria yang menderita kelaparan ibu dan jarang menerima kasih sayang ibu cenderung salah memilih pasangan hidup.

“Jika seorang laki-laki mengalami kelaparan ibu, ia cenderung mencari pahlawan (pasangan) yang mirip ibunya,” jelas Samantha.

Tanpa sepengetahuannya, ibunya adalah perempuan alfa dan sangat mendominasi di rumah.

Jadi, ketika menikah, ada risiko menimbulkan masalah.

“Karena mungkin alpha laki-laki kurang alpha dibandingkan perempuan. Pertama dia ingin dominan, tapi istrinya malah menjadi sosok ibu yang dominan di rumah. Pernikahannya tidak baik dan mulai terjadi lagi,” ujarnya. .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *