Baca Doa Akhir Ramadhan Sekarang agar Ibadah dan Puasa Sebulan Penuh Diterima Allah SWT

baca doa akhir ramadhan sekarang agar ibadah dan puasa sebulan penuh diterima allah swt 84c564a

kabarkutim.com.com, Jakarta – Menjelang berakhirnya bulan , umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat terakhir Ramadhan agar segala salat yang dilakukan pada bulan sebelumnya, termasuk puasa, diterima di sisi Allah SWT.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkirakan Ramadhan 1445 H akan jatuh besok, Rabu, 10 April 2024, NU Online dikutip Selasa, 9 April 2024.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, sore ini ada baiknya kita membaca terakhir bulan Ramadhan, salah satu doa yang dipanjatkan oleh KH Achmad Chalwani, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nawai Berjan Purworejo, Jawa Tengah.

Tuhan memberkati. Dan jadikan Shyamna dan Shyamkam sebagai sarana llṷhwr. Dan jadikanlah kebangkitan kami dan kebangkitan-Mu sebagai penebus dosa-dosa selama ini. Allah adalah bapak cinta kami dan cintamulah yang maha pemaaf. Sebuah pesan untuk Aldak Vahvar. Dengan bantuan Tuhan.

Semoga Allah memberkati saya di bulan Ramadhan. Waj’al shiyaamana washiyaamakum wasiilatan lithuhuuri. Vaj’al qiyamana wa qiyaamakum takfiiran lidzdzunuubi thuuladduhuuri. Allahumma tsabbit hubbana wa hubbakum lillahil ‘aziizil gafuri. Dan Tzavit dan Estir menyembunyikan Habana dan dia naik ke Sayyidna dan dia mengerti dan Sifiina Mahmadin dan yang terpenting, kecuali rumahku Achlishidki adalah Tohuri. Allahumjalana wa aykum minal idaina wal faizaina wa kulu amin wa antum bihirin.

 

Menurut KH Ahmad Khalani, doa ini sebaiknya dipanjatkan setelah shalat Asar. Selain mengucapkan doa ini, setelah pemerintah resmi menetapkan bulan Syawal 1445, pada malam harinya umat Islam dianjurkan untuk bermalam Idul Fitri. seperti yang disabdakan Nabi.

Man̊ qama laylatai al-aidīni lilhi muḥasibū qalbuhu yaḥma tamutu alqūlu. (Rawah Syafi’i dan Ibnu Maj)

Yaitu: “Barang siapa yang tidur pada dua malam Idul Fitri (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan mengharap rahmat Allah, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati manusia.” (Rabbi As-Siafi dan Ibnu Majah).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *