Berbagai Karya Terbaik Tampil dari Desainer Muda di Perhelatan Indonesia Fashion Week

berbagai karya terbaik tampil dari desainer muda di perhelatan indonesia fashion week f250ae1

JAKARTA – Indonesia Fashion Week 2024 kembali berhasil menyita perhatian masyarakat dan pecinta mode. Ajang tahunan ini menjadi ajang bagi para desainer muda berbakat untuk mempromosikan brand dan karya terbaiknya.

Dikenal sebagai salah satu pendidikan fashion di Indonesia, Immerse Fashion Academy Jakarta berdedikasi untuk mencetak desainer-desainer muda berbakat di industri fashion yang mampu berkarya secara autentik dan bersaing di industri fashion dalam dan luar negeri. 

Musim fashion berganti dari tahun ke tahun dengan warna yang berbeda-beda dan sangat dinantikan oleh para pecinta fashion tanah air, namun perubahan tersebut juga mengingatkan kita pada era fashion masa lalu, sekarang kita banyak melihat gambar-gambar yang diambil dari era fashion sebelumnya. Masa lalu dan masa kini kembali dalam gambaran yang berbeda.

Oleh karena itu, pada tahun ini Immerse Fashion Academy kembali hadir di JCC pada hari Jumat tanggal 29 Maret 2024 pada acara Indonesia Fashion Week, dan akan menampilkan karya terbaik dari sembilan mahasiswa binaan Immerse Fashion Academy: Rania Abdat, Jinaya dikatakan. Putri, Montyana, Grace Felicia Ngoi, Nagma Isi Musita, Edralia Yunka, Aaliyah Assegaf, Nadia Sifa Hisanah, Aaliyah Salwa Adisti dibalut dengan tema SILHOUETTE ADAPT. 

Tema ini harus mencakup koleksi transisi yang menyeimbangkan citra fesyen dengan masa lalu dan masa depan. SILHOUETTE ADAPT merupakan koleksi yang ditunggu-tunggu oleh para fashionista tanah air, mengadaptasi dan mendesain ulang siluet lama menjadi tampilan baru.

Tak hanya mengusung siluet, mereka juga menggunakan bahan tradisional etnik, motif batik rancangan desainernya, serta detail payet yang menjadikan busananya sempurna. 

Keaslian dalam bekerja menjadi salah satu ciri khas peserta Immerse Fashion Academy. Inilah modal utama yang dibutuhkan setiap calon desainer untuk memulai bisnis di bidang desain fashion. 

Melalui koleksi ini, kami di Emmerse Fashion Academy terus berupaya menerapkan keaslian budaya etnik Indonesia untuk menikmati perubahan era fashion kini dan masa depan. 

Dikenal sebagai salah satu pendidikan fashion di Indonesia, Immerse Fashion Academy Jakarta berdedikasi untuk mencetak desainer-desainer muda berbakat di industri fashion yang mampu berkarya secara autentik dan bersaing di industri fashion dalam dan luar negeri. 

Salah satu kelebihan Immerse Fashion Academy adalah memungkinkan siswa melihat fashion dari sudut pandang yang berbeda, tidak hanya dari sudut pandang bisnis, namun mampu menampilkan seluruh aspek berpakaian avant-garde. Mereka menunjukkan bahwa mereka terlibat.

Perkembangan fashion saat ini ingin memberikan kita kesempatan untuk melihat segala aspek dan menonjol dari desain lainnya.  Selain itu, tahun ini Immerse Fashion Academy akan kembali tampil di JCC pada hari Jumat, 29 Maret 2024, sebagai bagian dari Indonesia Fashion Week, dan akan memamerkan karya terbaik dari sembilan siswa binaan Immerse Fashion Academy: Helena Aurora, Sharon Maribel, Cecilia Arnan, Stephanie Riyadi, Eileen Aurelia, Nebila Nandara, Almira Keiko, Venya, Sidney Leonora Fabrianto dibalut dalam CORE (Concept of Rough Age). 

Munculnya ciri-ciri dominan pada diri seseorang yang ingin menunjukkan keragaman emosi dalam berbusana. Mengekspresikan keberanian untuk mewujudkan sebuah desain impian dan menghadirkan perasaan emosional yang menyiratkan kepuasan realisasi dalam sebuah gambar baru dan dibalut dalam suatu kesatuan bentuk yang tidak biasa dan dapat menjadi salah satu karya utama siswa dalam setiap pertunjukan yang mereka ikuti.

Dari keberanian untuk mengekspresikan identitas emosional melalui desain pakaian, kita harus meningkatkan keberanian untuk mengekspresikan diri di bidang fashion. Dengan koleksi ini, Immerse Fashion Academy berharap semakin banyak desainer muda yang menemukan keindahan dan keberanian dalam menciptakan desain untuk keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi ciri khas. 

Keaslian dalam bekerja menjadi salah satu ciri khas peserta Immerse Fashion Academy. Inilah modal utama yang dibutuhkan setiap calon desainer untuk memulai bisnis di bidang desain fashion. Infrastruktur baru memimpin tren fesyen di Sibinong, yang tidak hanya memadukan fesyen tradisional dan modern, tetapi juga meningkatkan popularitas fesyen. Hal ini menunjukkan apresiasinya terhadap budaya lokal. kabarkutim.co.id 10 Juli 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *