Bos Indosat Tak Anggap Starlink Kompetitor, Terbuka untuk Kolaborasi

bos indosat tak anggap starlink kompetitor terbuka untuk kolaborasi e7715a0

kabarkutim.com.com, Jakarta – Layanan satelit milik resmi masuk ke Indonesia. Keberadaannya telah diperdebatkan selama berbulan-bulan.

Selain itu, banyak pihak yang menilai kehadiran internet satelit Starlink bisa menjadi pesaing bagi operator seluler dan operator satelit lokal.

Bacaan Lainnya

Namun, , presiden dan CEO , mendorong pengoperasian internet satelit di Indonesia. Dia mengatakan ini bukan tentang persaingan.

Baik itu Starlink atau gelombang milimeter (berbasis internet), itu bukan kompetisi. (Memiliki Starlink) bagus untuk mendukung komunikasi di wilayah yang tidak terjangkau oleh telekomunikasi, sehingga penyedia harus bermitra dengan satelit, Kata Vikram beberapa kali, katanya sebelumnya.

Vikram mengatakan kehadiran Starlink di Indonesia akan berdampak baik bagi industri. Karena operator seluler seperti kesulitan dalam menyediakan infrastruktur berupa BTS atau fiber optik untuk menyediakan layanan Internet di 3T, maka mereka dapat bermitra dengan operator satelit.

Vikram Sinha mengatakan, “Ini adalah saat yang tepat untuk menjalin kemitraan karena sebelumnya terdapat masalah transportasi dan pemeliharaan untuk wilayah 3T. Kami sangat bersemangat untuk menggunakan internet satelit Low Earth Orbit (LEO) untuk menghubungkan wilayah tersebut.”

“Pesan pentingnya, ini bukan kompetisi baru, tapi peluang kerja sama yang baik. Kita ingin memberikan kualitas, perlu kerja sama, dan bisa dengan beberapa perusahaan, tidak hanya satu. Kita lihat harganya, tapi yang penting bagaimana kita bisa memperkuat Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan total laba bersih Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) pada kuartal I 2024 sebesar 1,29 triliun. Indikator ini meningkat sebesar 39,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Sementara pendapatan Indosat pada kuartal I sebesar Rp13,8 triliun, naik 16 persen year-on-year. Berdasarkan pengajuan perusahaan pasca merger, Indosat Ooredoo Hutchison kini mengelola 100,8 juta pelanggan. 

Untuk melayani pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia, Indosat kini mendukung 183.760 BTS 4G (naik 20 persen dibandingkan periode sebelumnya). 

Indosat mencatat Indosat saat ini memiliki ARPU sebesar Rp37.500. Jumlah ini meningkat 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Ritesh Kumar Singh, Direktur dan Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan salah satu kunci peningkatan ARPU Indosat adalah karena Indosat tidak menjual produk dan layanan. 

“Kami mencoba melihat pelanggan dan menyelesaikan masalah mereka. Salah satu fokusnya adalah dengan menggunakan kecerdasan buatan melalui aplikasi (MyIM3 dan Bima+Tri) yang mempelajari keterampilan dan kebutuhan pelanggan serta menawarkan paket yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” Ritesh, Gedung Kantor Indosat Ooredoo Hutchison, katanya, Selasa (21 5/2024) kata Jakarta pada konferensi pers usai RUPST berakhir. 

Menurut Ritesh, selain menggunakan teknologi AI dalam program layanan pelanggannya, Indosat juga menawarkan teman terpercaya kepada pelanggan. Bagi Indosat, pelanggan adalah pusat dan fokus perusahaan, kata Ritesh. 

 

“Indosat ingin menjangkau lebih banyak wilayah, terutama di wilayah pedesaan dan Indonesia Timur,” kata Desmond Chung, chief technology officer Indosat Ooredoo Hutchison, setelah menyoroti fokus perusahaan telekomunikasi tersebut.

Salah satunya adalah perluasan jaringan 4G. Meski demikian, Desmond tak memungkiri perseroan masih memiliki akses BTS 2G.

Hal ini karena jangkauan 4G masih belum merata di kalangan pelanggan yang tinggal di pedesaan karena pembangunan infrastruktur dan pilihan transportasi. 

“2G masih akan tersedia di beberapa wilayah, tapi kuncinya adalah mengembangkan jaringan 4G.” 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *