Cara Aman Terhindar Bahaya Saat Berkendara

cara aman terhindar bahaya saat berkendara 71c9f75

kabarkutim.com.com, Jakarta yang mengancam pengguna kendaraan roda empat dan dua terkadang membuat pengemudi khawatir akan keinginannya untuk bepergian.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menawarkan beberapa aman yang dapat mencegah hal buruk menimpa pengguna mobil.

Bacaan Lainnya

Langkah pertama yang harus diwaspadai pemilik mobil adalah jangan membuka kunci mobil secara otomatis jika pemiliknya masih berada cukup jauh atau tidak tepat di depan mobil yang dimilikinya.

Karena bisa saja ada risiko pencurian. Pemiliknya mungkin tidak mengetahui kalau ada pencuri yang mengintai di sekitar mobilnya. Mereka telah mengincar mobil Anda dan menunggu saat yang tepat untuk bergerak.

“Jika pintu mobil terbuka secara otomatis, namun Anda masih berada jauh dari mobil, maka maling dapat memanfaatkannya untuk mencuri barang dari dalam mobil. “Jadi sebaiknya menggunakan mobil untuk jarak jauh hanya pada saat Anda berada dekat dengan mobil tersebut, ” kata pernyataan resmi.

Langkah kedua yang bisa dilakukan adalah pemilik mobil wajib menyimpan barang berharga dengan aman. Kebiasaan buruk yang perlu dihilangkan adalah membiarkan barang-barang berharga terekspos jelas di dalam mobil.

Langkah ketiga yang harus diambil adalah memilih rute yang sibuk dan terang. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada jalan yang baru pertama kali dilalui.

 

 

“Jika Anda berkendara sendirian, hindari jalanan yang gelap, sepi, dan rawan kriminalitas. Pastikan baterai smartphone Anda masih penuh dan aktif hingga mencapai tujuan. lanjut Suzuki.

Hal berikutnya yang perlu diketahui pengguna mobil adalah jangan berhenti di sembarang tempat. Penjahat sering menyerang pengemudi yang berhenti di jalan sepi. Mereka dapat dengan mudah meraih atau mengambil barang-barang Anda saat tidak ada orang yang melihat.

Oleh karena itu, pengemudi disarankan untuk berhenti di kawasan sibuk jika terjadi keadaan darurat. Hal ini untuk mencegah kejahatan jalanan karena kawasan tersebut dipenuhi banyak orang yang menonton. Sehingga pelaku enggan melakukan aksinya.

Langkah selanjutnya adalah menghadirkan pembelaan diri jika memang diperlukan dan pengguna kendaraan ingin melintasi kawasan rawan kejahatan.

Berbagai alat pertahanan diri yang masih aman untuk dibawa antara lain semprotan merica, senjata bius, jeruji besi, dan payung merupakan contoh peralatan yang dapat digunakan untuk perlindungan diri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *