Cerita Vendor yang Diutangi Kementan Sampai Rp 1,6 Miliar untuk Penuhi Kebutuhan SYL

cerita vendor yang diutangi kementan sampai rp 1 6 miliar untuk penuhi kebutuhan syl 34927b7

kabarkutim.CO.ID, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi Menteri Pertanian Sahrul Yassin Limpo terus berlanjut, sementara bukti-bukti baru terus bermunculan. Salah satu Kementerian Pertanian (Kamentan), PT Haka Septa Loka dan Haka Loka mengungkapkan, Kementerian Pertanian masih memiliki utang sebesar Rp1,6 miliar yang disebut-sebut akan digunakan untuk memenuhi permintaan menteri. Pertanian periode 2019-2023, Sahrul Yasin Limpo ().

“Sampai hari ini, masih ada sisa sekitar 1,6 miliar dolar yang belum dibayarkan kepada kami,” kata Direktur PT Haka Septa Loka dan Haka Loka Hendra Putra, saat mendengarkan kasus pemerasan dan penipuan. Tipikor Kementerian Pertanian di Pengadilan Pidana (Tepikor) Jakarta, Rabu malam (22/5).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kebutuhan SYL adalah pinjaman berjangka sebesar Rp5 juta, pinjaman sebesar Rp100 juta, sewa mobil Toyota Alphard sebesar Rp43 juta, biaya pernikahan cucu SYL sebesar Rp13 juta, dan Untuk itu, totalnya mencapai Rp2,15 miliar dan sudah dibayarkan sekitar Rp854 juta.

Hendra mengaku meminjamkan uang untuk biaya pemeliharaan mantan Subkoordinator Kantor Pusat dan Pengadaan Kementerian Pertanian Gambur Aditya karena kasihan. Sebab, pada tahun 2021 lalu, kata dia, Gambor sempat bercerita bahwa dirinya terjebak di lingkungan kepemimpinan Kementerian Pertanian.

Pak Gambur juga bilang kalau pemimpin di semuanya ‘setan’. Uang,” katanya.

Sebagai imbalannya, jika penjual bersedia membayar uangnya, kata dia, Gambor menjanjikan pekerjaan kepadanya. Selain itu, lanjutnya, Gambor juga menjanjikan pinjaman tersebut tidak akan bertahan lama karena SYL akan terpengaruh dengan respon Kabinet.

Meski demikian, Hendra mengungkapkan Sal SYL tidak terpengaruh dengan perombakan kabinet dan tetap menjabat menteri. Oleh karena itu, secara psikologis ia juga merasa terbebani, apalagi jika uangnya tidak ditukarkan.

“Seingat saya, ada dua pengumuman saat itu. Bahkan saya menemani teman-teman teknis menonton berita tentang proyek konversi tersebut,” tambah Hendra.

Sebelumnya, SYL didakwa menerima total Rp44,5 miliar hasil pemerasan dan suap dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian periode 2020 hingga 2023.

Hadir pula Sekretaris Jenderal Kementan periode 2021-2023 Kasadi Sabgiono, dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan periode 2023 Mohamed Hatta. pelapor

Keduanya berkoordinasi untuk mengumpulkan uang dari pejabat Eselon I dan jajarannya, termasuk untuk membiayai kebutuhan pribadi SYL.

Atas perbuatannya, SYL didakwa melanggar Pasal 12 Huruf A dan Pasal 12 Huruf B Pasal 18 (UU) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *