Diminta Serap Gabah Lebih Optimal, Bos Bulog: Setiap Hari Mencapai 30 Ribu Ton

diminta serap gabah lebih optimal bos bulog setiap hari mencapai 30 ribu ton 29f52fc

Laporan reporter kabarkutim.com Endrapta Pramudhiaz

kabarkutim.COM, JAKARTA – Perm Blog telah diminta oleh Otoritas Pangan untuk menyerap biji-bijian dengan lebih baik selama puncak musim panen ini.

Bacaan Lainnya

CEO Perm Blog Bayu Krisnamurti menegaskan, pihaknya berkomitmen menyerap dan dalam negeri seefisien mungkin pada puncak musim panen ini.

Baginya, pengisian kembali cadangan pangan pemerintah (CPP) di dalam negeri pada puncak musim panen ini merupakan prioritas utama pemerintah.

Ia mengatakan, hingga April 2024, konsumsi gabah dan beras dalam negeri meningkat secara year-on-year dalam tiga tahun terakhir, dengan hasil setara gabah kering (GKP) mencapai 468.000 ton.

“Saat ini, dengan berbagai upaya yang kami lakukan, mampu menyerap hingga 30.000 ton setara GKP setiap hari, yang sebelumnya rata-rata kurang dari 20.000 ton,” kata Bayu, Kamis (5 Februari 2024).

Dia meyakinkan, ke depan kinerja penyerapan yang dilakukan Bulog akan ditingkatkan semaksimal mungkin.

Direktur Rantai Pasokan dan Pelayanan Publik Perum BULOG Suyamut menjelaskan, salah satu strategi partai pada tahun ini adalah melalui program pengumpulan beras di setiap wilayah kerja sebagai surplus produksi.

Hal ini untuk mempercepat proses penyerapan hasil produksi.

“Kami juga terus berkoordinasi dan mempertemukan kelompok tani, sektor penggilingan, dan mitra pengadaan,” kata Suyamto.

“Hal ini tentunya kami lakukan untuk mencapai efisiensi penyerapan yang maksimal pada tahap panen tinggi ini,” lanjutnya.

Sebelumnya, Perm Blog diminta mengintensifkan asupan gabah oleh seiring dengan musim panen saat ini.

Hal itu diungkapkan Aliyev Prasetyo Adi, Direktur Jenderal Badan Pangan, Minggu (28 April 2024) saat meninjau Blog Modern Rice Milling Plant (MRMP) di Karawang, Jawa Barat.

“Di musim panen seperti ini, blog harus terus memperkuat perannya sebagai penegak hasil panen petani. Kami bermaksud menjaga harga di tingkat petani agar tidak turun,” kata Areef dalam keterangan tertulisnya. Senin, 29 April 2024).

Katanya, Bulog sudah punya pengering, jadi tidak ada alasan untuk tidak menyerapnya. “Keringkan dan simpan dalam bentuk GKG (Ground Dry Grain),” kata Arif.

Untuk memaksimalkan serapan tersebut, pemerintah mengumumkan Kebijakan Fleksibilitas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Fleksibilitas ini disebut-sebut memungkinkan Bulog menyerap gabah dan beras serta menjaga harga di tingkat petani.

Kebijakan fleksibel ini diterapkan mulai awal April hingga 30 Juni 2024 untuk memfasilitasi peningkatan serapan blog pada masa panen raya.

Kebijakan fleksibel HPP gabah dan beras yang diterapkan Perum Bulog adalah panen gabah kering (GKP) di tingkat petani, Rp 6.000 per kg.

Berikutnya, Gabah Kering Giling Gudang (GKG) Perum Bulog dibanderol Rp 7.400 per kg.

Sedangkan HPP beras di gudang Perum Blog adalah Rp 11.000 per kg dengan tingkat kecokelatan minimal 95 persen, kadar air 14 persen, gabah tumbuk maksimal 20 persen, dan dedak maksimal 2 persen. Masa berlakunya sampai Juni tahun depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *