Diresmikan Jokowi, Pengelolaan Air Limbah di Makassar Garapan Waskita Karya

diresmikan jokowi pengelolaan air limbah di makassar garapan waskita karya 3d92acc

kabarkutim.com.com, Jakarta Presiden Joko Widodo () telah menetapkan sistem pengelolaan internal terpusat (SPALD-T) di Losari, , Sulawesi Selatan. PT (Persero) Tbk termasuk di antara pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Hal ini menjadi Proyek Investasi Pengelolaan Sanitasi Metropolitan (MSMIP) dengan menyelesaikan pengerjaan Proyek Pembangunan Saluran Pembuangan B2 dan C2 Zona Barat Laut di Makassar, Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Pak Jokowi mengatakan, sistem pengolahan air terpusat ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas air baku.

Pak Jokowi mengatakan, “Sistem pengelolaan air limbah terpusat di Losari sangat penting dalam pengelolaan air limbah cair. Agar ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas air bawah tanah dan air baku”. .

Menurut Kepala Negara, sistem ini juga diharapkan dapat menciptakan kesadaran di kalangan masyarakat. Khususnya untuk mengatasi pencemaran lingkungan di kota Makassar.

Dikatakannya: “Sistem pembuangan limbah ini diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memperhatikan dan fokus bersama-sama menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan di Makassar”. Meningkatkan pelayanan perkotaan

Direktur Operasi II Waskita Karya Dhatik Ariyanto mengatakan, proyek rangkaian resapan air B2 dan C2 Makassar diciptakan untuk mendukung peningkatan sistem pelayanan air limbah perkotaan terpusat dalam negeri, dengan tujuan untuk meningkatkan kebutuhan sanitasi dan kesehatan masyarakat.

Selain itu juga dapat menjaga kualitas tanah dan air baku, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga dapat menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencemaran lingkungan di kota Makassar. “Tentunya proyek IPAL ini sangat baik bagi keberlangsungan ekosistem alam,” kata Dhatik.

Diketahui, ada dua jenis pembiayaan pengembangan proyek yang diusung perusahaan bersandi WSKT itu. Artinya, proyek SPALD-T didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada saat yang sama, IPAL domestik dan beberapa jaringan pipa berasal dari pinjaman atau utang dari Asian Development Bank (ADB).

Setelah itu, pemasangan 74 sambungan rumah dari APBN dan 24 sambungan komersial dari dana pinjaman ADB. Setelah itu, Pemkab Makassar terus berupaya hingga targetnya bisa melayani 14.000 ruas jalan yang terbagi dalam 8.400 sambungan internal dan 5.600 jalur perdagangan dengan kapasitas pelayanan air limbah 16.000 meter persegi per hari.

“IPAL Losari yang terletak di Desa Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kabupaten Makassar ini dibangun di atas lahan seluas 2,3 hektare dan diharapkan dapat melayani 70.000 masyarakat. Untuk Sewage, seri B2 sendiri mencakup 3 sub-wilayah yaitu sub-wilayah Mamajang, Mariso, dan Makassar. “Sementara paket drainase C2 mencakup dua kecamatan yaitu Ujung Pandang dan Mariso,” tambah Pak Dhatik.

Dalam pelaksanaannya teknik pengemasan Makassar Sewerage Project B2 dan C2 menggunakan metode jacking dengan menggunakan mesin jacking horizontal yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu aktivitas lingkungan sekitar.

Mulai dari pengurangan pencemaran udara, menghindari kerusakan sarana dan prasarana di lapangan, mengurangi penurunan permukaan tanah akibat penambangan terbuka dan wilayah pertambangan kecil.

“Waskita selalu mendorong pengembangan konstruksi hijau di semua proyek, termasuk penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, efisiensi penggunaan energi, sumber daya dan biaya, menjaga pengelolaan limbah konstruksi, melakukan uji emisi pada kendaraan proyek, dan mengukur ketinggian udara dari dari waktu ke waktu,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *