Dua Adab Penting yang Harus Diperhatikan Saat Menjalani Puasa

dua adab penting yang harus diperhatikan saat menjalani puasa d23b3c8

kabarkutim.com – Puasa tidak sebatas mengekang rasa lapar, haus, dan ngidam. Selain itu, ada nilai dan perilaku yang perlu diperhatikan saat berpuasa. Terlepas dari etika, pahala puasa bisa ikut berperan.

Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, ada dua hal penting yang harus diperhatikan agar puasa kita sempurna. Berikut dua pilihan yang dihimpun dari NU Online. Gulir ke bawah untuk melihat artikel selengkapnya. 1. Melindungi tubuh dari hal-hal yang haram dan dilarang syariat

Puasa yang sempurna bukan hanya berpuasa dari makan dan minum, namun juga menjaga seluruh bagian tubuh dari perilaku yang tidak disukai Allah. Termasuk menjaga mata dari melihat hal-hal yang tidak pantas, menjaga lidah dari ucapan yang tidak pantas, dan menjaga telinga dari mendengar hal-hal yang haram.

Hindari menjadi pendengar pembicaraan buruk dan tidak pantas, karena tanpa kita sadari, kita bisa menjadi penyebab pembicaraan buruk tersebut. Perhatikan baik-baik tingkah lakunya, jangan hanya menahan rasa lapar dan haus saja. Meskipun hal-hal tersebut tidak membatalkan puasa, namun dapat membatalkan pahala yang diperoleh dari puasa.

Selama berpuasa, hindari berbohong, menyebarkan informasi palsu di media sosial, dan menggunakan kata-kata kasar. Hindari bergosip, yaitu membicarakan sesama muslim meskipun itu benar. Selain itu, hindari peniruan yang membingungkan orang lain. Berpikir sejenak sebelum menyebarkan informasi di situs jejaring sosial juga sangat penting untuk menghindari konflik dan kemarahan. Hancurkan binatang itu dengan bijak

Saat memotong makanan, hindari makan terlalu banyak. Jangan terburu-buru menghabiskan seluruh waktu makan seolah ingin mengganti masa puasa karena makan terlalu banyak. Menghancurkan monster dengan kecerdasan dan kebijaksanaan adalah kuncinya.

Buka puasa yang terlalu cepat tidak hanya dapat berdampak buruk bagi kesehatan lambung, tetapi juga bertentangan dengan tujuan puasa, yaitu mencegah ngidam dan mempertebal ketakwaan. Allah tidak menyukai orang yang perutnya kosong, padahal makanannya halal. Bayangkan saja bagaimana nasib kita di matanya jika kita mengisi perut kita dengan makanan kotor.

Pemahaman akan makna dan hikmah puasa hendaknya mendorong kita untuk memperbanyak amalan keagamaan yang bermanfaat. Ibadah di bulan puasa mendapat pahala ganda. Jika kita bisa memperbanyak puasa dengan mempertimbangkan nilai-nilainya, maka Allah akan memberikan kabar baik berupa surga dan lebih banyak lagi untuk kita. Indra Bekti Bersyukur Bisa Kembali Ramadhan Bersama Istrinya Cantik Banget Penyiar kondang Indra Bekti merasa senang dan bersyukur tahun ini bisa kembali ke Bulan Ramadhan bersama istrinya Aldila Jelita. kabarkutim.com.co.id 23 Maret 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *