Ekonomi Digital Bisa Jadi Tumpuan Indonesia Lepas dari Jebakan Middle Income Trap

ekonomi digital bisa jadi tumpuan indonesia lepas dari jebakan middle income trap cb3efaf

Laporan jurnalis kabarkutim.com Khurul Al-Arifin

kabarkutim.com.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika menghimbau semua pihak untuk terus bekerja sama mendorong adopsi digital di Indonesia karena perjuangan ini penting untuk mendukung perkembangan .

Ia meyakini perkembangan besar dalam ekonomi digital berpotensi mengangkat Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

“Mengadopsi teknologi digital dan menciptakan ekosistem digital yang dapat mendukung kegiatan dunia usaha sangatlah penting. Oleh karena itu, mari kita terus bersinergi, berkolaborasi, berkoordinasi dan menyatukan upaya untuk mendorong adopsi,” ujar R. , dalam kapasitasnya sebagai Economic, Tenaga Ahli Bidang Sosial Budaya Menteri Komunikasi dan Informatika mewakili Menteri Digital di Indonesia.” Budi Aryeh Setiadi menjadi keynote speaker pada ajang Top Digital Awards 2023 di Jakarta baru-baru ini.

Vijaya Kusumawardhana menjelaskan pada tahun 2030, proyeksi ukuran pasar global diperkirakan mencapai US$8,92 triliun, meningkat 4 kali lipat dari nilai tahun 2022 sebesar US$1,91 triliun.

Kemajuan teknologi digital diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian Asia Tenggara. Menurut Fortune Business Insight 2023, nilai transaksi ekonomi digital akan mencapai US$218 miliar pada tahun 2023.

Di Indonesia, kemajuan tersebut meningkatkan kontribusi sektor ekonomi digital terhadap PDB nasional sebesar 5,11 persen pada tahun 2022. Pada tahun 2023, pangsa Indonesia terhadap total nilai transaksi ekonomi digital di ASEAN akan mencapai 40 persen.

Perkembangan sektor ekonomi digital dikendalikan atau didominasi oleh 4 sektor: e-commerce yang total nilai dagangannya mencapai $62 miliar, lalu transportasi, pangan, dan media masing-masing senilai $7 miliar, dan terakhir travel atau perjalanan. Pariwisata bernilai 6 miliar dolar AS.

“Jika melihat prospek ekonomi digital ke depan, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif,” ujarnya.

Pada tahun 2023, nilainya akan meningkat sebesar 8 persen dari US$76 miliar menjadi US$82 miliar. Pada tahun 2030, peningkatan ini diperkirakan akan meningkat sekitar 4 kali lipat. “Ekonomi digital diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 20,7 persen terhadap PDB Indonesia pada tahun 2025,” jelasnya.

Melihat pengalaman Korea Selatan sebagai salah satu negara yang bisa lepas dari jebakan berpendapatan menengah, ia mengatakan Indonesia perlu melakukan industrialisasi berbasis teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas.

“Jika kita ingin mengambil langkah yang sama, Indonesia juga perlu membuat sistem pemerintahan dan kebijakan publik lebih efektif dalam mendukung iklim inovasi. Hal ini sejalan dengan perkiraan yang dikeluarkan Asian Development Bank pada tahun lalu,” kata Vijaya Kusumawardhana.

Banyak negara yang sudah lama dianggap sebagai negara berpendapatan menengah namun tidak pernah menjadi negara maju, dan sejak tahun 2010, Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah.

Namun selama 13 tahun terakhir, Indonesia terjebak. Namun pengalaman di banyak negara setidaknya harus 15-20 tahun. Inilah kesempatan kita, dengan adanya bonus demografi, untuk memanfaatkannya.

Menurut Vijay Kusumawardhan, ekonomi digital bisa menjadi jalan keluar Indonesia dari jebakan negara berpendapatan menengah. Ekonomi digital dapat membantu menciptakan inovasi dan industri baru, serta mendorong kesetaraan ekonomi di masyarakat.

“Selain itu, juga terbuka peluang bagi pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro atau UMKM untuk saling berinteraksi melalui platform digital dan berpartisipasi dalam rantai pasok global, khususnya ekosistem digital nasional,” jelasnya. Sehingga ekonomi digital mampu melakukan reformasi struktur perekonomian dan industrialisasi yang berbasis ekonomi, inovasi dan merangsang pertumbuhan ekonomi nasional.”

“Kementerian Komunikasi dan Informatika senantiasa terus mendorong inovasi dan peningkatan ekonomi digital melalui beberapa program, antara lain yang pertama Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI, untuk lebih mendorong promosi produk-produk buatan Indonesia. Hingga Juni 2023 , hal ini telah membantu pemerintah mendorong hingga 2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memasuki ekosistem digital.”

Yang kedua adalah Gerakan Nasional Literasi Digital. Gerakan ini menarik 4,7 juta peserta dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, termasuk UKMC, terhadap penerapan dan pemanfaatan teknologi digital.

Ketiga, memberikan pelatihan tentang pengembangan kewirausahaan berbasis digital, serta program yang memberikan manfaat bagi UMKM melalui pendampingan digital, inkubator bisnis, dan Akademi Kewirausahaan Digital yang memungkinkan UMKM terhubung ke Internet.

Penghargaan Digital Terbaik 2023

TOP Digital Awards 2023 merupakan acara pemeringkatan dan penghargaan tahunan tertinggi di Indonesia yang diselenggarakan oleh ItWorks MSI Group sejak tahun 2016. Tema utama TOP Digital Awards tahun ini adalah “Tata Kelola TI dan Keamanan Siber dalam Inovasi Bisnis”. dan layanan.”

Penghargaan juga diberikan kepada penyedia solusi IT/DCT yang mendukung perkembangan teknologi digital di Indonesia.

Ketua Dewan Juri TOP Digital Awards 2023, Ahmed Benny Mutiara yang juga Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknologi Informasi dan Komputer (APTIKOM), memaparkan sejumlah temuan penting TOP Digital Awards 2023 terkait penerapan solusi digital di perusahaan dan instansi pemerintah:

Diantaranya, instansi pemerintah maupun perusahaan yang mewakili PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) perlu lebih memperhatikan berbagai ketentuan tersebut secara utuh, antara lain: Pertama, ketentuan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 4 Tahun 2016 dan Peraturan BSSN No. 2016/4. 8 juncto Nomor 9 Tahun 2021 tentang Manajemen Pengamanan Sertifikasi SNI ISO/IEC 27001. Kedua, sesuai dengan UU Kepegawaian, melakukan sertifikasi terhadap pegawai/karyawan untuk kegiatan terkait TI dengan menggunakan berbagai Standar Kompetensi Operasional Nasional Indonesia (SKKNI) . . Ketiga, menggunakan tanda tangan elektronik melalui sistem PSrE (Pengatur Sertifikat Elektronik) yang diakui Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selain itu, peningkatan keamanan siber memerlukan perhatian lebih terhadap berbagai detail operasional yang terkadang terabaikan, seperti konfigurasi DNSSEC (Domain Name System Security Extension) dan penggunaan Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC). ) di Indonesia untuk menyimpan data penting. Ketiga, penyimpanan data tetap terisolasi. Penyimpanan data harus diprioritaskan.

Ia mengatakan rata-rata indeks SPBE nasional di 643 lembaga tercatat hanya 2,63 pada skala 5,0. Pemerintah hendaknya terus mendorong penerapan SPBE untuk meningkatkan manajemen dan mengevaluasi kinerja dan pelayanan secara berkala. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan kebijakan reward and punishment terkait dengan pelaksanaan SPBE yang terkait dengan penetapan besaran penyaluran DAK-DAU.

Dalam hal keamanan siber, organisasi publik dan swasta lebih fokus pada antisipasi serangan eksternal. Sementara itu, statistik global menunjukkan bahwa sekitar 80% masalah keamanan siber berasal dari dalam.

Hal ini juga dapat disebabkan oleh kerjasama dengan orang-orang yang memiliki akses terhadap sistem, atau peretasan terhadap karyawan yang budaya dan kesadaran keamanan informasinya masih rendah. Oleh karena itu, selain mengadopsi ISO 27001-2018 untuk keamanan informasi, kita perlu mengantisipasi potensi serangan siber dari dalam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *