Fatwa Haram untuk TikTok

fatwa haram untuk tiktok 3fba7d7

kabarkutim.com Tekno – TikTok kembali diblokir. Jamia Binoria, sebuah sekolah agama terkemuka di Karachi, ibu kota Provinsi Sindh, Pakistan, telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan penggunaan TikTok ilegal dan haram. Mereka menyebut TikTok sebagai ‘eksperimen terhebat di zaman modern’. Fatwa yang dikeluarkan secara online oleh Jamia Binoria Town, seperti dilansir ThePrint, Sabtu, 6 Januari 2024, menyoroti bahwa TikTok menimbulkan risiko yang semakin meningkat sebagai (godaan) liar di zaman sekarang ini dan kami menerima bahwa itu ilegal dan haram dari sudut pandang dari sudut pandang syariah. . Di antara alasan-alasan yang disebutkan, penyertaan foto dan video hewan dalam aplikasi dilarang berdasarkan syariah, dan pembuatan serta pembagian video tidak senonoh oleh perempuan di platform tersebut diawasi dengan ketat. Fatwa tersebut juga mengutuk praktik pria dan wanita di TikTok yang membuat video yang menyertakan tarian dan musik, yang merupakan cara menyebarkan ketidaktahuan dan keserakahan. Fatwa yang dikeluarkan Jamia Banoria Town juga menegaskan bahwa TikTok tidak hanya memuat video yang mengejek agama, tetapi merupakan platform di mana apapun bisa diolok-olok. Oleh karena itu, dalam fatwa tersebut disebutkan bahwa penggunaan TikTok tidak diperbolehkan. Aplikasi yang dikembangkan oleh ByeteDance Technology dari China ini melaporkan lebih dari 39 juta unduhan pada tahun 2022 di Pakistan. Menurut data dari Sensor Tower, sebuah perusahaan analisis seluler dan digital, TikTok berulang kali menghadapi seruan larangan di banyak belahan dunia termasuk Pakistan. Pada tahun 2021, aplikasi berbagi video ini dilarang selama lima bulan oleh Otoritas Komunikasi Pakistan dari Juli hingga November. Larangan tersebut dicabut setelah TikTok memberikan jaminan bahwa platform tersebut akan mengelola konten yang tidak pantas atau menyinggung dengan lebih baik. Prabowo Jadi Presiden, Xi Jinping Berharap KTT Bersama Tiongkok-Indonesia Tergelar Presiden Tiongkok Xi Jinping berharap bisa bekerja sama dengan Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih Indonesia untuk mewujudkan kawasan bersama Tiongkok-Indonesia. kabarkutim.com.co.id 23 Maret 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *