Gaya Hidup Sedentari Picu Berbagai Masalah Kesehatan, Begini Cara Memperbaikinya

gaya hidup sedentari picu berbagai masalah kesehatan begini cara memperbaikinya b91b58c

kabarkutim.com.com, Jakarta – Inovasi teknologi telah mempermudah pekerjaan masyarakat sehingga banyak orang menerapkan sedentary.

Terlalu banyak duduk dan kurang bergerak dikaitkan dengan banyak kondisi kesehatan dan dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya angka .

Bacaan Lainnya

“Duduk lebih dari 4 jam sehari secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan faktor terkait obesitas lainnya,” kata Chinese Vivier Health Center (1 November 2024).

Hingga saat ini, belum ada definisi pasti mengenai apa yang dimaksud dengan gaya hidup. Namun peneliti memiliki beberapa indikator untuk mengukur komponen kualitas hidup.

Ukuran lainnya adalah jumlah waktu yang dihabiskan seseorang untuk duduk atau berbaring (awake time). Menghabiskan empat hingga enam jam waktu bangun Anda untuk duduk atau berbaring dianggap .

Dalam jangka pendek, kurang olahraga dapat meningkatkan depresi atau kecemasan. Hal ini juga mempengaruhi cara tubuh menggunakan lemak dan gula dalam makanan, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan jika tidak cukup kalori yang dibakar.

Pada saat yang sama, gaya hidup yang tidak banyak bergerak meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung, diabetes, dan kanker seiring berjalannya waktu.

Selain meningkatkan risiko kematian akibat penyebab tersebut, gaya hidup sedentary juga dapat menurunkan angka harapan hidup. Karena dapat menyebabkan peningkatan nyeri lutut, tingkat depresi yang tinggi, dan penurunan fungsi kognitif.

Kabar baiknya adalah ada banyak cara untuk memperbaiki gaya hidup Anda dengan menambahkan beberapa aktivitas sederhana agar tubuh Anda lebih banyak bergerak.

Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki gaya hidup Anda antara lain: Perbanyak berjalan kaki

Banyak penelitian menunjukkan manfaat kesehatan dari berjalan kaki selama 30 menit sehari.

Jalan kaki memiliki efek positif terhadap kesehatan mental, mengurangi kejadian penyakit jantung dan stroke, serta berdampak positif pada tekanan darah.

Bahkan di kantor, kita mudah untuk mulai terlalu banyak bergerak. Misalnya, coba tambahkan aktivitas sebelum atau sesudah bekerja, seperti mengajak anjing jalan-jalan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 menemukan bahwa menaiki tangga membakar lebih banyak kalori per menit dibandingkan berlari. Pasalnya, menaiki tangga dianggap sebagai aktivitas yang sangat berat bagi tubuh.

“Menaiki tangga dapat membantu Anda menjaga berat badan yang sehat dan membangun serta menjaga kekuatan tulang, sendi dan otot.” Berjalan menuju tempat parkir

Parkir di ujung tempat parkir atau di jalan tujuan Anda adalah cara mudah untuk menambahkan lebih banyak langkah ke hari Anda, selama Anda bisa melakukannya dengan aman.

“Sama seperti naik tangga dibandingkan lift bila memungkinkan, Anda akan mendapat manfaat dari lebih banyak pekerjaan jika Anda punya waktu dan bisa berjalan sedikit.”

Selain itu, berjalan-jalan melintasi tempat parkir atau sekitar satu blok dari kantor dapat menyediakan waktu untuk berjemur di luar ruangan atau menikmati pergantian musim. Hal ini juga berdampak positif pada kesehatan mental.

Cara berjalan orang modern dikaitkan dengan banyaknya lemak dan obesitas.

Moda aktif seperti jalan kaki atau bersepeda lebih menyehatkan dan lebih berpeluang mencegah obesitas dibandingkan moda perjalanan lainnya (menggunakan mobil).

Bahkan transportasi umum tampaknya dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dibandingkan mengendarai mobil pribadi ke tempat kerja.

Berdiri di peron kereta seperti MRT dan KRL atau berjalan menuju halte membutuhkan lebih banyak langkah dibandingkan berjalan dari pintu depan menuju garasi. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdiri baik untuk tubuh Anda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *