Gegara Drama Kontroversial Elon Musk, Bisnis Iklan Platform X Amblas 2,5 Miliar Dolar AS

gegara drama kontroversial elon musk bisnis iklan platform x amblas 2 5 miliar dolar as 42b4128

kabarkutim.com.com oleh Namira Yunia Lestanti

kabarkutim.com.COM, CALIFORNIA – Platform media sosial Twitter yang kini berganti nama menjadi Platform.

Bacaan Lainnya

Pernyataan dari Reuters, semakin meningkatnya kerugian yang diderita Platform

“Banyak perusahaan termasuk Comcast dan Walt Disney berhenti beriklan di platform ini karena iklan .

Hengkangnya pengiklan dari disebabkan oleh keputusan Elon Musk yang sering mendukung kebijakan . Salah satunya adalah cuitan Elon Musk yang berpandangan anti-Semitisme atau anti-Yahudi di media sosial X.

Tweet ini langsung menuai banyak kritik karena ujaran kebencian anti-Semit yang diposting Musk bertentangan dengan nilai-nilai Amerika.

Hingga akhirnya Fox Sports, Ubisoft, Axios, TechCrunch, Walt Disney dan Warner Bros. Discovery telah menghentikan seluruh belanja iklannya di X, bergabung dengan pengiklan besar lainnya yang telah melakukan hal yang sama.

Siaran pers menunjukkan masalah besar

Tak hanya kerugian yang kian bertambah, akibat ulah Elon Musk, jejaring sosial Twitter juga mengalami penurunan harga hingga 55 persen sehingga harganya turun signifikan menjadi 19 miliar atau Rp 301,42 triliun.

Jumlah tersebut jauh dari nilai penuh sebelum Elon Musk menemukan Twitter, dan pada Oktober 2022 harga jualnya mencapai 44 miliar dolar atau Rp. 698 triliun. Strategi kontroversial Elon Musk

Perilaku kontroversial seperti ini bukan kali pertama dilakukan Elon Musk, sejak miliarder kondang itu menjadi pemilik baru platform X, jejaring sosial X kerap digunakan untuk menerapkan kebijakan kontroversial yang mengundang perdebatan dan kemarahan publik.

Berdasarkan desain ulang logo jejaring sosial Twitter, yang semula menampilkan simbol burung biru, kini berubah menjadi simbol “X”.

Tak lama setelah perubahan ini, Musk pun menerapkan kebijakan baru yang kontroversial, yaitu dengan menghapus fitur pemblokiran akun pengguna dan menerapkan pembatasan pada akun yang tidak sah.

Karena penerapan undang-undang ini, banyak perusahaan besar memutuskan untuk berhenti beriklan di platform tersebut

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *