Heboh Turis Malaysia Kecewa Liburan ke Jakarta sampai Kasih Rating 0/10, Sandiaga Uno: Jangan Baper

heboh turis malaysia kecewa liburan ke jakarta sampai kasih rating 0 10 sandiaga uno jangan baper 42de967

kabarkutim.com.com, – Dunia maya heboh karena netizen Tanah Air dibuat ngeri melihat seorang turis asal Malaysia mengungkapkan kekecewaannya usai berlibur di Jakarta. Dia sangat tidak senang bahkan memberi Capital skor 0/10.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manperakraf) mengatakan, semua masukan harus kita hargai. “Jangan kita ambil hati. Jangan emosi,” ujarnya saat memberikan pengarahan Hybrid Weekly, Rabu, 13 Maret 2024. “Ini dijadikan kritik yang konstruktif dan membangun.”

Bacaan Lainnya

“Ini kesempatan kita untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan pariwisata kita,” ujarnya. “Jangan saling dorong untuk saling mengejek dan lain-lain, jangan sampai netizen menyemangati. Kita hendaknya mendorong masyarakat untuk menyikapinya dengan sopan, positif, dan membangun.”

Menurut , menjaga silaturahmi sangat penting, sebab Malaysia menduduki peringkat pertama negara yang paling banyak mengirimkan wisman ke Indonesia. Kita harus menjadi bangsa yang ramah terhadap kritik dan berusaha menjadi yang terbaik, kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Selain itu, Sandi mengatakan pihaknya akan terus bersinergi dengan semua pihak untuk memastikan Indonesia menjadi destinasi wisatawan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. “Juga akan ada MATTA Fair (di Kuala Lumpur) dalam waktu dekat dan kami dapat meyakinkan Anda bahwa ini bisa menjadi ulasan yang sangat berbeda dengan masukan dari seluruh ,” ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, rata-rata wisatawan Malaysia merasa senang saat berlibur ke Indonesia, termasuk Jakarta. Tapi kenapa begini, kita harus cari tahu kenapa dia kecewa datang ke Jakarta, ujarnya. “Umumnya yang datang ke Jakarta senang-senang, main golf, belanja di Tanah Abang, dan sebagainya.”

“Saya berterima kasih kepada semua pihak atas dukungannya dalam mendorong pariwisata inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya. Menindaklanjutinya, Sandi pun mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta untuk memastikan “segala hasil yang dikeluhkan dapat disikapi dan ditanggapi dengan tepat”.

Di sisi lain, Intan sempat melakukan klarifikasi sekaligus pembelaan usai “diburu” warganet. Dalam unggahan akun TikToknya pada Minggu, 10 Maret 2024, perempuan tersebut mengaku bersalah dan membuat video permintaan maaf. “Saya salah, tapi saya tidak membutuhkan 900 orang untuk mengirim pesan kepada saya,” tulisnya. “Saya mengunggah video permintaan maaf, tapi TikTok menghapusnya.”

Intan mengaku memberi Jakarta rating 0/10 berdasarkan fakta yang ditemui dan dialaminya selama berada di sini. Ia pun memperlihatkan tangkapan layar komentar netizen Indonesia yang mengkritiknya. Ia dengan tegas mengaku tak terima dan merasa takut.

“Ini video terakhir saya di akun ini, banyak yang menyampaikan pesan seperti ini bahwa saya miskin,” ujarnya seraya menambahkan penilaiannya tidak bermaksud menjelek-jelekkan Jakarta. Ia mengaku ingin mengungkapkan apa yang dirasakannya selama berlibur di kota yang dulu bernama Batavia itu.

“Saya hanya mengungkapkan apa yang saya rasakan, tapi banyak orang yang tidak mengerti dan terus mengkritik saya,” akunya.

Dalam unggahan yang sempat viral sebelumnya, seorang traveler wanita menyebut berlebihan. Melalui unggahan sederet fotonya di TikTok pada Rabu, 6 Maret 2024, ia mengaku kecewa karena perjalanannya tidak sesuai ekspektasi. Kesan pertama melihat Jakarta adalah kotor.

Mendukung argumen tersebut, seorang turis asal Malaysia menunjukkan gambar kondisi jalan yang dipenuhi pedagang kaki lima, sementara pejalan kaki terpaksa berjalan di pinggir jalan, di samping kendaraan yang lewat. Dia menggambarkan Jakarta semrawut, dengan menunjukkan gambar pedagang kaki lima lainnya yang berjualan di sudut jalan dekat jalan raya utama.

Tak jauh dari PKL, hanya tersisa tong sampah berukuran besar. Dia juga menentang warung pinggir jalan yang menyajikan makanan kepada masyarakat. Pengalaman buruknya berlanjut ketika ia memesan makanan di suatu tempat bernama restoran. Menurut Intan, gelas yang digunakannya sudah berjamur dan terdapat ulat pada nasi goreng pesanannya.

Dia juga pergi ke tempat makan lain, tapi katanya masih kotor. Karena itu, dia memberi rating 0/10 untuk makanan di Jakarta. Intan pun pergi ke kota Thamrin untuk berbelanja. Pusat grosir ini dinilai menjadi salah satu destinasi belanja favorit di Jakarta khususnya untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, dia mengatakan bahwa tempat itu tidak sesuai dengan seleranya sehingga dia memberi nilai 0/10.

Intan juga mengatakan bahwa hotelnya buruk. Diakuinya, harga kamar hotel memang murah, namun harus “membayar” dengan lorong hotel yang kotor dan tikus sebesar kucing. Meski demikian, kesan baik tetap ia dapatkan, terutama dari keramahan pengemudi taksi online yang mengantarnya berkeliling Jakarta.

“Kami tidak membeli apa pun untuk dibawa pulang. Kami membeli oleh-oleh kopi di bandara untuk keluarga dekat kami,” tulis seorang mahasiswa yang belajar di Bangkok, Thailand dalam bahasa Melayu.

Beberapa hari kemudian, beberapa warga Malaysia membagikan pengalaman menyenangkan berbelanja di Pasar Tanah Abang melalui TikTok. Salah satunya adalah Nurin pemilik akun TikTok @nurintashaaa. Melalui beberapa unggahannya, ia kerap terlihat berbelanja baju lebaran di Jakarta.

Ia mengaku berbelanja baju lebaran di Jakarta karena banyak sekali model baju yang tersedia, mulai dari bernuansa etnik Indonesia, model modern, hingga desain unik. Tak hanya Pasar Tanah Abang, ia juga mengunjungi Kota Thamrin yang terkenal dengan beragam pilihan pakaian tradisional dan modern untuk Idul Fitri.

Selain Nurin, warga Malaysia lainnya, Nashwa Matin, mengunggah video di akun TikTok @nashsushi berbagi keseruannya berbelanja baju lebaran di Jakarta. Ia mengaku berbelanja ke Jakarta bersama ibunya karena ingin memakai batik Indonesia untuk Idul Fitri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *