IDAI: Orang Tua tak Perlu Berikan Obat kepada Anak Batuk Pilek Biasa

idai orang tua tak perlu berikan obat kepada anak batuk pilek biasa c3bb554

kabarkutim.com.CO.ID, JAKARTA – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengimbau para orang tua tidak memberikan obat pada anak yang , pilek, atau mudah pilek.

“Sebenarnya merupakan fenomena biasa yang disebut pilek. Batuk pilek atau pilek sebenarnya tidak memerlukan obat,” ujarnya dalam media briefing yang dihadirinya di Jakarta, Selasa (20//2024).

Bacaan Lainnya

Piprim mengatakan, batuk rejan merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa menggunakan obat apa pun.

Berakhirnya pandemi Covid-19, kata dia, telah mengajarkan masyarakat untuk menyikapi penyakit batuk dan pilek yang sering dialami anak-anak. Salah satunya adalah kebiasaan memakai masker saat menghadapi suatu penyakit.

“Gunakan masker, terutama bagi anak-anak yang sedang batuk dan pilek. Kita tanamkan kebiasaan memakai masker agar tidak menulari teman-teman yang lain,” ujarnya.

Selain penggunaan masker, menurut Piprim, daya tahan tubuh anak juga harus diperkuat agar anak tidak terkena batuk dan pilek. Salah satu caranya adalah dengan melakukan vaksinasi secara rutin.

“Juga jangan lupakan aspek gizinya yang kaya akan protein hewani. Saya kira ini adalah upaya di luar imunisasi dan juga PHBS yang bisa dilakukan orang tua untuk memperkuat imunitas kita,” imbuhnya.

Menurut Piprim, dr. Rina Triasih, Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi (UKK) IDAI, mengatakan batuk merupakan mekanisme pertahanan normal tubuh yang justru melindungi saluran pernapasan bagian bawah dari gangguan.

“Jadi yang dilakukan batuk adalah mengeluarkan apa saja yang tidak seharusnya ada di saluran napas kita. Nah, itu batuk yang baik kawan, dan batuk seperti itu tidak perlu dilawan,” ujarnya.

Rina mengatakan, berbagai penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan antara batuk dan pilek pada anak yang diobati dan tidak diobati. “Jadi sebaiknya kalau ada anak yang batuk, kita tidak mengobatinya sedikit-sedikit,” kata Rina.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *