IDI dan Universitas Syiah Kuala Berikan Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Palestina

idi dan universitas syiah kuala berikan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa palestina 1f56553

kabarkutim.com Lifestyle – Wilayah Aceh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Universitas Syiah Kuala mengumumkan bahwa mereka menawarkan beberapa beasiswa bagi mahasiswa Palestina yang ingin melanjutkan pendidikan, Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2), dan Doktor. (S3).

Kesepakatan ini secara resmi dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani antara Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang diwakili oleh Profesor. Dr. Ir. Marwan selaku Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia diwakili oleh HE. Dr. Zuhair S.M. Al Shun sebagai Duta Besar Palestina untuk Indonesia.

Saat penandatanganan, DR Dr. Safrizal Rahman, M.Kes, SpOT selaku Ketua IDI Wilayah Aceh turut hadir. Mari lanjutkan membaca keseluruhan artikel di bawah ini.

“Sebagai universitas yang tidak hanya mengedepankan nilai-nilai etika dan akademis tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan, serta sadar akan keadaan saudara-saudara kita di Palestina, kami ingin memberikan dukungan melalui inisiatif beasiswa yang diberikan kepada Mahasiswa Palestina. .. “Kami berharap proyek ini dapat memberikan kesempatan kepada pelajar Palestina untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kemampuan mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Prof Dr Ir Marwan selaku Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, HE DR. Zuhair S.M. Al Shun mengatakan, “Atas nama rakyat Palestina, saya selaku Duta Besar Palestina untuk Indonesia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Universitas Syiah Kuala, Ikatan Dokter Indonesia, dan masyarakat Indonesia atas beasiswa yang diberikan kepada putra Palestina saya.. Beasiswa ini merupakan dukungan yang sangat penting bagi kami, dan ini akan membantu pelajar Palestina untuk mengembangkan diri, meraih impian dan meraih kesuksesan. Kami berharap pelajar Palestina dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan baik, dan pelajar Palestina dapat menjadi duta bangsa Palestina. orang-orang di Indonesia.”

Dengan nomor pertama 83, beasiswa yang diberikan oleh Universitas Syiah Kuala dan Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Aceh akan mencakup biaya kuliah, biaya hidup dan biaya akomodasi, visa pelajar, asuransi kesehatan, akan ditawarkan selama empat tahun untuk program sarjana dan dua tahun. tahun untuk program pascasarjana.

Disampaikan oleh DR. Dr. Safrizal Rahman, M.Kes, SpOT – Ketua IDI Wilayah Aceh, alokasi beasiswa ke 83 ini meliputi 5 kuota pendidikan dokter, 3 kuota kedokteran gigi, 15 spesialisasi kedokteran, 5 kuota keilmuan keperawatan, 3 mata kuliah ilmu keperawatan pasca sarjana, 2 mata kuliah kedokteran hewan, 2 kedokteran hewan dan kesehatan masyarakat, 15 kuota dari ilmu kelautan dan perikanan, 7 kuota dari sains dan matematika, 11 kuota dari ilmu teknik dan 6 kuota dari pascasarjana sains teknik, serta 7 kuota dari berbagai fakultas pasca sarjana di Universitas Syiah. Kuala Banda Aceh.

“Dengan awal yang baik ini, kami juga berharap perguruan tinggi di seluruh Aceh ikut serta memberikan kuota yang lebih banyak agar bisa menerima lebih banyak mahasiswa Palestina untuk melanjutkan pendidikannya,” kata Dr. Safrizal juga merupakan Wakil Rektor Departemen Kedokteran Syiah. Universitas Kuala.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengapresiasi inisiatif IDI Wilayah Aceh dan Universitas Syiah Kuala.

“Kami berharap IDI dapat melanjutkan program ini di daerah lain bekerja sama dengan universitas setempat untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa Palestina agar dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik. “Program beasiswa Universitas Syiah Kuala dan IDI Wilayah Aceh bagi mahasiswa Palestina merupakan upaya nyata dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada generasi baru Palestina,” ujar Ketua Umum PB IDI, Dr. Tn. Adib Khumaidi, SpOT.

Dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama akademik ini, Universitas Syiah Kuala diharapkan sudah bisa menerima nama-nama mahasiswa baru asal Palestina paling lambat akhir bulan Februari 2024, sehingga mahasiswa tersebut sudah siap untuk memulai proses perkuliahan di bulan April. 2024.

Universitas Syiah Kuala juga sedang mempersiapkan kursus bahasa Indonesia sebelum dimulainya tahun ajaran baru, yang memungkinkan mahasiswa Palestina beradaptasi dengan lingkungan Indonesia. Bertindak di Depan Kedutaan Besar AS, FYP Kecam Serangan Brutal Tentara Israel terhadap Rakyat Palestina FYP juga menyerukan agar Israel menghentikan sepenuhnya segala tindakan kekerasannya terhadap masyarakat dan pengungsi Gaza Palestina. kabarkutim.com.co.id 5 April 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *