Jadi Wadah Rembukan, Pemerintah Resmikan Kantor Satgas Transisi Energi Nasional

jadi wadah rembukan pemerintah resmikan kantor satgas transisi energi nasional d91c68e

kabarkutim.com.com, Jakarta Pemerintah bersama PT (Persero) meluncurkan Satgas Transisi Nasional atau Kantor Bersama Penyelenggaraan Indonesia. Tempat ini diusulkan menjadi “rumah bersama” bagi para pemangku kepentingan untuk menyusun kebijakan transisi energi di masa depan.

Rachmat Kaimuddin, Wakil Direktur Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi (Kemenko Marves) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengatakan kantor tersebut bertujuan untuk mendorong transisi energi dari listrik.

Bacaan Lainnya

“Kita telah menyaksikan dibukanya rumah bersama Pokja Nasional Transisi Energi, khususnya di bidang ketenagalistrikan. Tentu ini saat yang sangat tepat, karena dari sini kita bisa menyatukan berbagai hal yang ada. perlu melakukan transisi energi, kami niatkan,” ujarnya saat peresmian, Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Misalnya, ia merinci sisi teknis kebijakan fiskal yang memerlukan diskusi kelompok berbagai kementerian dan lembaga. Lalu ada juga peran serta BUMN, dalam hal ini PLN.

“Alangkah baiknya jika ada tempat bertemu agar pembahasannya berjalan dengan baik, selain PLN dan masyarakat, yang saat ini berada di bawah pengelolaan Kementerian ESDM,” ujarnya. Keterlibatan banyak pihak

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan banyak pemangku kepentingan yang terlibat. Apalagi tempat ini penuh dengan orang-orang dari berbagai kementerian.

Khususnya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu juga ada partisipasi PLN dan PT SMI.

“Dan dalam hal ini, dari pembahasan pertama saja sudah terlihat bagaimana penerapan pertukaran energi itu, banyak aspeknya. Kalau dari PLN tentu lebih banyak aspek teknisnya, aspek komersialnya, tapi itu ada. aspek sumber daya mineral dari segi kebijakan yang ada di kementerian,” ujarnya.

Selain itu, Darmo, demikian sapaan akrabnya, mengatakan banyak rig yang melanjutkan upaya transfer tenaganya. Dari Kemitraan Transisi Energi yang Berkeadilan (JETP) hingga Komunitas Nol Emisi ASEAN (AZEC).

“Kemudian juga di berbagai kawasan internasional, dan untuk itu diperlukan clearing house, dan ada clearing house, baik dari segi politik, dari segi teknis, dari segi komersial,” ujarnya.

“Dan dalam hal ini kita melihat keberadaan rumah bersama ini mampu menggerakkan seluruh komponen bangsa untuk menjadi bagian dari pertukaran energi,” lanjut Darmo.

Sebelumnya, program transisi energi yang dikelola PT PLN (Persero) mendapat dukungan green financing sebesar Rp12 triliun dari berbagai lembaga keuangan nasional.

PLN menandatangani perjanjian sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Selain itu, PLN juga mendapat fasilitas pinjaman bilateral dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.

Cynthia Roesly, CFO PLN, menjelaskan pihaknya membutuhkan beberapa kemitraan finansial untuk melaksanakan proyek transisi energi ke depan.

Disebutkan bahwa pinjaman hijau yang berhasil diperoleh PLN merupakan wujud kepercayaan Lembaga Keuangan Nasional kepada PLN dalam pelaksanaan program strategis.

“Salah satu kunci tercapainya tujuan bersama NZE (Net Zero Emissions) tahun 2060 adalah pinjaman murah yang dilaksanakan kerja sama saat ini. Ke depan, kebutuhan investasi PLN masih sangat besar,” kata Sinthya, Selasa (2 ). ) / 1/2024).

“Kemitraan ini juga menjadi momen penting bagi PLN. Selain pinjaman ramah lingkungan, kami juga akan menjajaki skema pembiayaan lain untuk mendukung transisi energi,” tambahnya.

Dalam sindikasi ini, selain menjadi sindikasi pemberi pinjaman, Bank Mandiri juga ditunjuk sebagai koordinator kredit hijau untuk memberikan fasilitas kredit hijau guna mendukung kegiatan transisi PLN. energi bersih

Arief Ariyana, Senior Executive Vice President Corporate Banking Bank Mandiri, mengatakan kemitraan ini merupakan dorongan nyata bagi PLN dalam mempercepat proyek infrastruktur ketenagalistrikan lembaga keuangan dan program lainnya.

“Melalui kemitraan ini, kami mendorong pengembangan energi bersih di Indonesia untuk mempercepat transisi energi. Dukungan terhadap instrumen pembiayaan ini juga merupakan bentuk komitmen bank dalam mendorong penerapan pembiayaan berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. dalam aktivitas kami,” jelasnya.

Arief Subekti, Kepala Departemen Bisnis Syariah SMI, mengatakan PLN merupakan mitra utamanya. Oleh karena itu, tawaran SMI untuk ikut mendukung program green financing PLN merupakan sesuatu yang sangat istimewa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *