Jepang Punya Sistem Canggih Peringatan Dini Gempa, Bagaimana Kerjanya?

jepang punya sistem canggih peringatan dini gempa bagaimana kerjanya 1ed4a32

kabarkutim.com.CO.ID, JAKARTA – Gempa berkekuatan 7,5 SR melanda Jepang bagian barat pada Senin (1 Januari 2024). Tak lama setelah bencana, sistem menjadi fokus media sosial.

Sistem peringatan dini gempa bumi di Jepang telah mengejutkan banyak orang. Pasalnya, peringatan dini ini telah dikirimkan ke seluruh ponsel warga Jepang dan orang asing yang tinggal di negara tersebut sebelum gempa terjadi.

Bacaan Lainnya

Tujuan dari pemberitahuan peringatan ini adalah untuk mengurangi kerusakan akibat gempa bumi dengan menerapkan tindakan penanggulangan multifaset. Misalnya saja mengendalikan pengoperasian lift di suatu gedung untuk memperlambat kereta api.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan di situs resminya pada Kamis (1/4/2024) bahwa hal itu “memungkinkan orang dengan cepat melindungi diri ketika berada di berbagai lingkungan seperti pabrik, kantor, rumah, atau tebing.” ). .

Sistem peringatan dini yang disebut Earthquake Early Warning (WWE) ini dikelola langsung oleh Badan Meteorologi Jepang. Sistem secara otomatis memberikan peringatan gempa ketika dua atau lebih seismometer di Jepang menangkap gelombang P.

Gelombang P juga dikenal sebagai gelombang seismik dalam seismologi. Sedangkan seismometer merupakan alat yang dapat mendeteksi dan merekam gelombang gempa. JMA mengungkapkan, jaringan pemantau gempa terdiri dari 200 seismograf dan 600 alat pengukur intensitas seismik.

JMA juga memperoleh data dari sekitar 3.600 seismograf yang dioperasikan oleh pemerintah daerah dan Institut Nasional Ilmu Bumi dan Kesiapsiagaan Bencana (NIED). Data yang dikumpulkan akan dikirim ke Sistem Pengamatan Gempa Bumi (EPOS) di kantor pusat di Tokyo dan Observatorium Meteorologi Regional Osaka, kata JMA.

Saat terjadi gempa, JMA segera mempublikasikan informasi mengenai episentrum atau episentrum serta besaran dan intensitas aktivitas seismik yang terjadi. Jika gempa berkekuatan 3 atau lebih tinggi, JMA akan melaporkan informasi intensitas gempa dalam waktu 1,5 menit.

Informasi ini diberikan kepada lembaga penanggulangan bencana melalui saluran khusus dan kemudian disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai saluran. Beberapa di antaranya melalui peringatan telepon, siaran radio, dan peringatan televisi.

“Sistem ini memberikan peringatan segera setelah gempa bumi terjadi, memberikan masyarakat waktu yang berharga untuk melindungi diri mereka sendiri sebelum gempa terjadi,” kata JMA.

Segera setelah peringatan awal terjadinya gempa bumi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh penduduk lokal dan orang asing di Jepang. Yang terpenting jangan panik dan tenang, lalu bersiap menghadapi datangnya gelombang gempa yang kuat.

“Lindungi kepala, waspadai benda jatuh dari atas, dan jauhi daerah berbahaya,” kata NTT Docomo melalui situs resminya.

Di rumah

Masyarakat yang tinggal di rumah saat terjadi gempa disarankan untuk menutup kepala dan bersembunyi di bawah meja. Disarankan agar dijauhkan dari lemari, laci, rak atau benda berat lainnya.

Mereka juga tidak disarankan keluar rumah. Selain itu, mereka diminta tidak membuang waktu saat membuka oven. Jika Anda berada di dekat pintu, kami sarankan untuk membukakan pintu keluar untuk orang lain.

Ketika mengemudi

Masyarakat diimbau untuk tidak memperlambat kecepatan secara tiba-tiba saat berkendara. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, hindari pengereman mendadak atau tikungan tajam. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menyalakan lampu hazard dan memperlambat laju kendaraan.

Di ruang terbuka

Waspadai tembok yang dapat menjatuhkan orang. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjauhi mesin penjual otomatis. Jika memungkinkan, usahakan untuk berteduh di bangunan yang tahan gempa.

Saat bepergian dengan bus atau kereta api

Tidak banyak yang dapat Anda lakukan di dalam bus atau kereta api ketika peringatan gempa bumi berbunyi. Disarankan agar Anda hanya berpegangan pada pegangan kursi atau tali pada peralatan angkutan umum.

Di dalam lift

Hindari penggunaan lift saat terjadi gempa. Namun jika Anda berada di dalam lift, segera hentikan lift di lantai terdekat dan keluar dari lift.

Dekat lembah atau gunung

Di area seperti itu, carilah tempat yang aman, jauh dari pohon atau batu tumbang. Hati-hati jangan sampai jatuh dari atas dan jatuh dari gunung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *