Kekhawatiran Musisi atas Larangan Promosi Produk Tembakau dalam RPP Kesehatan

kekhawatiran musisi atas larangan promosi produk tembakau dalam rpp kesehatan 17704d9

JAKARTA – Sejumlah musisi tanah air menyuarakan keprihatinannya terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Kesehatan yang melarang promosi dan sponsorship produk tembakau, khususnya di dunia musik. Larangan ini diyakini akan berdampak besar pada industri musik Tanah Air.

Andra Pratama, pentolan Band Bagindas, mengungkapkan penolakannya saat diwawancarai wartawan. Gulir, oke?

“Wah ini susah. Ini bahaya buat kami para musisi. Jangan khawatir kami (musisi) yang bisa dikatakan pionir agar bisa menjadi besar. Bahkan grup-grup besar anak bangsa yang ternama di masyarakat pasti akan menentang kami dalam kebijakan seperti itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sponsorship produk tembakau sangat penting untuk konser dan pertunjukan kecil. Andra yang juga tergabung dalam grup PunkTura menilai pelarangan ini akan berdampak pada banyak musisi di seluruh Indonesia, termasuk di daerah.

“Konser misalnya, jangan tanya lagi. “Itu sangat membantu kami sebagai insan musik Indonesia, agar selalu ada harapan untuk bernyanyi dan semangat untuk terus berkarya,” ujarnya.

Misalnya saja dalam hal peluncuran album, single, atau ulang tahun band. Yang mau memberi dukungan pada produk tembakau. Yang lain mana? Padahal jumlahnya sangat sedikit, lanjutnya.

Industri musik meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, bijak dalam menuliskan artikel soal tembakau di RPP. Mereka khawatir bahwa pelarangan total terhadap sponsorship dan iklan produk tembakau akan menimbulkan dampak yang sangat negatif.

RPP Kesehatan memuat pasal-pasal yang melarang penggunaan produk tembakau untuk mempromosikan dan mendukung kegiatan sosial, pendidikan, olah raga, musik, pemuda, kebudayaan atau kegiatan yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan.

Di sisi lain, Emil Mahyudin, Sekretaris Jenderal Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), menegaskan larangan ini harus ditinjau ulang. Menurutnya, dukungan industri tembakau sangat penting dalam kelanjutan berbagai peristiwa, terutama dalam kebangkitan industri pascapandemi.

“Berkat dukungan produk tembakau, beberapa event besar bisa terselenggara. Tahun 2023 menjadi tahun dimana festival musik dan konser kembali pulih setelah sempat terhenti karena wabah ini,” jelas Emil.

Ia melanjutkan, pertumbuhan industri musik pascapandemi sangat pesat dan kesuksesan berbagai acara tidak lepas dari dukungan pemerintah dan perusahaan swasta.

Oleh karena itu, terdapat kekhawatiran yang besar terhadap pelarangan produk tembakau dalam RPP Kesehatan yang dinilai merugikan industri kreatif secara keseluruhan. Industri musik meyakini perlunya kebijakan yang seimbang untuk mendukung kebangkitan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia. Dukung Anies-Muhaimin, Keluarga Alumni Gontor: Ini akan menjadi langkah yang ampuh. Sejumlah mantan santri Pondok Pesantren Gontor yakni Din Syamsudin, Hidayat Nur Wahid, dan Bachtiar Nasir hadir dalam aksi unjuk rasa mendukung Anies-Muhaimin. kabarkutim.com.co.id 2 Februari 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *