Kementan Dorong Kolaborasi Petani Milenial Jatim melalui Koperasi

kementan dorong kolaborasi petani milenial jatim melalui koperasi 8fbc0d1

kabarkutim.com.CO.ID, TULUNGAGUNG — Kementerian Pertanian berupaya untuk meningkatkan minat generasi baru terhadap sektor pertanian, sehingga melahirkan kreatifitas generasi baru untuk berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian ekologis, Sistem Kewirausahaan Pertanian .

Melalui Youth Entrepreneurship Program and Employment Support Services (YESS) yang merupakan kemitraan antara Kementerian Pertanian dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program YES bertujuan untuk merevitalisasi sektor pertanian melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, pemagangan, hibah dan pengembangan wirausaha muda pertanian (PWMP).

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman untuk menciptakan ekosistem baru di sektor pertanian yang dapat dicoba dan dikembangkan oleh generasi milenial, sehingga pertanian menarik bagi generasi muda.

Ia berkata, “Saya ingin generasi muda kita melihat pertanian sebagai sektor terbaik.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian (BPPSDMP) Dedi Noorsamsi mendukung tujuan Mentan tersebut karena berharap program YES dapat merevitalisasi pertanian, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Wilayah pedesaan dan jumlah pengusaha pertanian muda.

sebenarnya membantu pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian, sehingga memungkinkan para petani muda memanfaatkan dengan baik sumber daya alam pertanian di pedesaan”.

Sekolah Tinggi Teknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), khususnya , sebagai Unit Pelaksana Proyek Negara (PPIU) Jawa Timur program YESS menggandeng lima pemerintah kabupaten (PEMCAB) untuk membina petani di Pasuruan, Malang, Pasitan, dan Tulungagung. kabupaten.reinkarnasi

Sehubungan dengan itu, Sekretaris BPPSDMP Kementerian Pertanian Siti Munifah pada Selasa (6/2/2024) bersama Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udarayana dan Project Manager PPIU Jawa Timur Asep Hariri dari Negeri Tulungagung. Yang hadir adalah Koordinator Tim Pelaksana Kabupaten, Penyuluh Ya Tulungagung dan Petani Muda.

MONEV bertujuan untuk meninjau kemajuan dan keberhasilan pelaksanaan program YES di Tulungang. Saya akan mengawalinya dengan bertemu dengan salah satu penerima manfaat program YES yang juga merupakan Ketua Petani Muda YES, Wahyu Kandra.

Dan Koordinator DIT Tulungagung, Edy Purwo mengatakan Koperasi YESS Agritama telah berdiri di Tulungagung yang pelakunya adalah pemuda penerima manfaat yang saat ini beranggotakan 178 orang.

“Saat ini di Tulungagung penerima hibah kompetitif mencapai Rp6,2 miliar dan total penerimanya ada 191 orang,” ujarnya. Koperasi bernama ‘Koperasi YESS Tulungagung Agritama' berhasil dibentuk, dengan Wahiu Chandra sebagai ketua koperasi.

Dalam pertemuan yang digelar di Tulungagung, Sekretaris BPPSDMP Kementerian Pertanian Siti Munifah menyoroti dan mengapresiasi pentingnya pembentukan koperasi sebagai langkah strategis dalam pengembangan sektor pertanian.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dalam kegiatan ini. Saya terkejut dan bangga karena para petani muda binaan YESS Tulungagung sudah memiliki saham,” ujarnya.

Siti Munifah mengatakan, ke depannya mungkin akan ada departemen lain sesuai kebutuhan dan kondisi. Kedepannya diharapkan kita dapat bekerjasama dengan perbankan untuk mendukung petani dan permodalan.

“Aku yakin kamu bisa, karena kekuatanmu masih berkembang. Mau atau tidak, hanya ada dua hal yang bisa memutuskan!” katanya dalam pidato pembukaannya.

Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udarayana mengatakan, memberdayakan generasi baru untuk berpartisipasi penuh di bidang pertanian menjadi perhatian utama Kementerian Pertanian.

“Membentuk koperasi bukan satu-satunya cara untuk mengembangkan usaha bagi petani muda, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat kerjasama dan komunitas pertanian di daerah,” ujarnya.

Project Manager PPIU Jatim Assep Hariri menambahkan, kunjungan ke Tulungagung menginspirasi para petani kecil di Tulungagung untuk meningkatkan kualitas usahanya dan lebih banyak menjalin kerja sama dengan pihak terkait.

“Melalui koperasi, mereka dapat saling membantu, berbagi pengetahuan dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang ada untuk pertanian berkelanjutan dan produktif,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *