Kesadaran Sejarah Lokal Dinilai Mampu Membentuk Karakter Masyarakat

kesadaran sejarah lokal dinilai mampu membentuk karakter masyarakat 9975596

kabarkutim.com.CO.ID, TEGAL — UHAMKA melalui kerja sama dengan STIKESMU Tegal terus memperkuat pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk komunikasi universitas-masyarakat. Dosen Sejarah Pendidikan, Merina, M.Si. Psikologi bersama guru UHAMKA Program Pendidikan Bahasa Matematika dan Sastra Indonesia melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan matematika dan membaca bagi santri di Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Tegal Tengah. Jawa pada Sabtu (27 Januari 2024).

Tema proyek komunitas: “Membantu meningkatkan melalui kearifan lokal bagi Santry”. Kesadaran sejarah merupakan landasan yang kuat untuk membangun identitas dan memahami perjalanan masyarakat.

Dalam hiruk pikuk kehidupan modern, banyak individu dan kelompok memilih untuk berkontribusi melalui kegiatan organisasi yang bertujuan untuk mempromosikan sejarah.

Mengetahui akan membantu masyarakat setempat untuk terhubung dengan akar budaya dan nilai-nilai yang menjadi ciri khas komunitasnya. Kampung Pahlawan Kalibakung merupakan sebuah cagar sejarah, tempat tinggal seorang pahlawan lokal bernama KH. Muhammad Saafi Mufti bin KH. Mufti dan H. Muhammad Yahya bin Sejan,

“Generasi sekarang harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu sejarah daerahnya agar dapat mengenal masyarakatnya. “Studi sejarah dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih baik tentang masa kini dan masa depan,” kata Merina dalam siaran persnya, Senin (29/1/2024).

Pengabdian ini terlaksana dengan baik di masyarakat dan para pelajar antusias mengikuti rangkaian pengabdian nasional untuk bertemu dengan para pahlawan di lingkungannya. Santri dengan jernih menerangi hakikat dan pemikiran para pahlawan.

Saya berharap dapat menjadi contoh bagi generasi penerus bangsa dan negara untuk membangun generasi emas tahun 2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *