Kolaborasi dengan ECGO, Gotion Indonesia Bakal Produksi 2 Juta Baterai Motor Listrik untuk Ojol

kolaborasi dengan ecgo gotion indonesia bakal produksi 2 juta baterai motor listrik untuk ojol 240259e

kabarkutim.com.com, Jakarta – Indonesia bekerja sama dengan untuk mewujudkan 1 juta pengendara sepeda tersedia di ojek online () dalam tiga tahun ke depan.

Dalam perjanjian ini, juga berkomitmen untuk memasok 2 juta unit untuk seluruh kendaraan produksi ECGO yang ditujukan untuk pengendara sepeda motor di Tanah Air.

Bacaan Lainnya

Selain itu, jika tujuan tersebut tercapai maka akan mengurangi 14 juta ton emisi karbon per tahun dan menghemat subsidi bahan bakar sebesar Rp 5,4 miliar per tahun.

“Kolaborasi dengan ECGO ini merupakan momen penting bagi kami dalam upaya kami membawa pembangunan ke sektor-sektor utama perekonomian. “Solusi manufaktur baterai kami tidak hanya berteknologi maju, tetapi juga penting untuk membuat perbedaan nyata dalam tujuan energi nasional Indonesia, khususnya meningkatkan kualitas udara di perkotaan dan meningkatkan taraf hidup jutaan orang,” kata Anthony, ketua Gotion. Indonesia. .

Kemitraan dua juta unit baterai ini akan dimulai tahun ini dengan 200.000 paket baterai untuk 100.000 sepeda motor listrik.

Sedangkan pada tahun 2025, Gotion Indonesia akan meningkatkan produksi menjadi 800.000 baterai untuk 400.000 sepeda motor listrik, disusul pada tahun 2026 menjadi 1 juta baterai untuk 500.000 sepeda motor listrik ECGO. 

Berdasarkan data yang dirilis ECGO, dari 120 juta sepeda motor di Indonesia, 12 juta diantaranya digunakan untuk kargo, ojek, pesan antar makanan, dan layanan pesan antar. Sedangkan 6 juta diantaranya bekerja setiap hari dengan jarak tempuh rata-rata 160 km.

Target satu juta sepeda motor listrik penggantinya diharapkan juga dapat membantu meningkatkan kinerja pengendara Ojoli. Dengan harga baterai litium per kilometer yang 15 persen dibandingkan bensin, pendapatan pengemudi meningkat sebesar 40 persen.

Saat ini ECGO memiliki program pembayaran di muka untuk pengemudi ojek dan perubahannya menjadi Rp 55.000 per hari dengan cicilan satu tahun.

Setahun kemudian, tukang ojek hanya dikenakan biaya sewa aki sebesar Rp 15.000 per hari.

Aplikasi ini berfungsi untuk ECGO 3, yang mencakup dua paket baterai yang diproduksi oleh Gotion Indonesia dan menggunakan metode pertukaran.

Di atas kertas, satu baterai ECGO 3 mampu menempuh jarak 60 km hingga 70 km dengan total 130 km – 140 km per hari.

“Kami berharap proyek seperti ini dapat membantu pemerintah mewujudkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.” Apalagi dengan ojek online yang setiap harinya memiliki traffic tinggi. “ECGO juga ingin memudahkan pengendara sepeda motor online untuk bepergian dan menemukan kendaraan yang ramah lingkungan dan ramah lingkungan,” kata William Teng, Direktur ECGO.

Selain itu, ECGO juga memastikan para pengemudi ojek yang telah menyelesaikan SIM satu tahunnya akan menerima kendaraannya sesegera mungkin.

Kedepannya, pengemudi ojek akan dikenakan biaya pengisian baterai sebesar Rp5.000 per penukaran dan lebih tinggi lagi Rp8.000 pada tahun-tahun berikutnya.

Dalam pelaksanaan proyek ini, ECGO juga bekerja sama dengan beberapa pihak, mulai dari produsen baterai hingga pembiayaan, untuk memudahkan pengendara sepeda motor dalam membeli kendaraan listrik.

Sumber: Oto.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *