Kominfo Siapkan Surat Edaran Pedoman Etika Kecerdasan Artifisial

kominfo siapkan surat edaran pedoman etika kecerdasan artifisial 7456488

Laporan reporter kabarkutim.com.com Endrapta Pramudhiaz

kabarkutim.com.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika () tengah menyiapkan surat keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang pedoman etika kecerdasan buatan (AI).

Bacaan Lainnya

Surat edaran ini merupakan panduan etika bagi organisasi dan perusahaan yang menggunakan kecerdasan buatan.

Surat edaran tersebut berisi tentang pengertian kecerdasan buatan dan pedoman umum tentang nilai-nilai, etika dan pengendalian kegiatan konsultasi, analisis dan pemrograman dengan menggunakan kecerdasan buatan.

, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, mengatakan adanya pedoman akan memastikan kecerdasan buatan dikelola dengan cara yang bermanfaat.

Menurut dia, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa () telah menerbitkan rekomendasi mengenai etika kecerdasan buatan di dunia.

Selanjutnya, 193 negara anggota mengadopsi dokumen UNESCO tentang kerangka etika kecerdasan buatan.

Pemerintah Indonesia menggunakan Rekomendasi Etika Kecerdasan Buatan untuk merencanakan tata kelola AI.

Dia menegaskan pedoman tersebut tetap mengedepankan aspek keamanan, proporsionalitas, dan transparansi.

Selain itu, peraturan tersebut juga mengedepankan hak asasi manusia, kesetaraan, budaya, dan keberlanjutan pada setiap tahapan proses AI.

Nezar kemudian mencontohkan upaya banyak negara dan wilayah di dunia untuk membuat pedoman kecerdasan buatan.

Pemerintah Singapura menggunakan Model Tata Kelola AI Singapura untuk memastikan peran manusia dalam penggunaan kecerdasan buatan.

“China baru saja mengeluarkan undang-undang tentang kecerdasan buatan untuk menciptakan dan mengurangi ancaman terhadap stabilitas sosial dari AI,” kata Nezar dalam siaran persnya, Jumat (24/11/2023).

“Pada saat yang sama, Uni Eropa sedang menyusun kerangka peraturan barunya, yaitu undang-undang UE, yang akan mengatur kecerdasan buatan berdasarkan tingkat risikonya,” lanjutnya. Undang pemangku kepentingan untuk berkontribusi

Nezar juga mengajak pemangku kepentingan untuk berkontribusi. Ia mengatakan Kominfo terbuka untuk ikut serta dalam penyusunan rancangan peraturan tersebut.

Ia mengatakan, dengan pendekatan yang komprehensif, Indonesia memiliki formula pembelajaran AI yang memenuhi kebutuhan masyarakat, bangsa, dan negara.

Oleh karena itu saya mohon bapak ibu sekalian untuk mendampingi saya memperbaiki RUU yang sedang disusun ini, ujarnya.

Nezar meyakini pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan terciptanya sesuatu yang luar biasa.

Ia percaya bahwa hal ini dapat dicapai dengan bekerja sama untuk menciptakan administrasi AI yang inklusif, produktif, dan kuat.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa pertanyaan yang sering diajukan tentang bagaimana AI akan bermanfaat bagi masyarakat, mengingat tantangan yang harus diatasi tidaklah kecil.

“Yang terpenting kita sebagai manusia harus percaya pada manusia, karena pada dasarnya manusia itu pintar dan baik,” kata Nezar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *