Konsisten Inovasi dan Transformasi Digital, Bank Mandiri Raih ISO 56002 Kitemark

konsisten inovasi dan transformasi digital bank mandiri raih iso 56002 kitemark 37a507c

kabarkutim.CO.ID, JAKARTA — menunjukkan konsistensinya dalam pengembangan bisnis, inovasi, dan transformasi digital untuk memberikan layanan keuangan terbaik kepada masyarakat. Dengan inovasi tersebut, Bank berhasil memperoleh sertifikat ISO 56002 Kitemark melalui penggunaan sistem manajemen baru yang sesuai standar internasional.

Sigit Prasto, Direktur Keuangan dan Strategi, mengatakan sertifikat tersebut bukan karena Bank Mandiri baru melakukan inovasi, melainkan karena konsistensi perusahaan dalam menguji kemampuannya dalam mencoba hal baru yang sama-sama membawa perubahan. Ketentuan Layanan, Digitalisasi, dan produk seperti Levin, Copra, dan SmartBranch. Bank Mandiri terus mengembangkan layanan sesuai kebutuhan nasabah.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada jalan pintas menuju inovasi. Di Bank Mandiri, kami percaya pada kekuatan perubahan yang berkelanjutan. Dalam pengembangan digital dan pengembangan produk, kami yang turut turun tangan, merupakan upaya untuk tetap relevan dan unggul di industri keuangan kita.”

Menurut Sigt, budaya inovasi di Bank Mandiri mampu menginspirasi bank tersebut untuk mencatatkan kinerja yang luar biasa. Dengan memanfaatkan keunggulan Bank Mandiri sebagai bank terbesar, serta pengalaman puluhan tahun bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, Bank Mandiri menawarkan solusi berbasis ekosistem yang unik bagi masing-masing perusahaan tersebut.

Inovasi didorong dan mencakup pengembangan bakat strategis, penguatan sistem perbankan, pengembangan budaya “redemandirian digital”, dan titik tolak bank untuk integrasi yang lebih besar antara online dan offline, kata Sigt. Hasilnya, budaya inovasi turut mendorong bank untuk merespons kebutuhan nasabah dengan cepat, misalnya dengan Whatsapp. Livin’ by Mandiri telah hadir dengan lebih dari 100 fitur layanan dalam waktu kurang dari dua tahun, menjadikan Livin’ sebagai sistem perbankan dengan penambahan dan pengembangan fitur tercepat, tak kalah dengan fintech, serta juga memanjakan nasabahnya. Yang kini dengan fitur-fitur unggulannya telah mencapai lebih dari 24 juta dalam waktu singkat.

Manfaat tersebut juga tercermin dari kinerja bank dari waktu ke waktu, kata Sigt. Semakin aktif Bank Mandiri dalam memanjakan nasabah, maka semakin populer bank tersebut dengan produk pinjaman dan tabungannya, membuktikan bahwa kredit dan dana pihak ketiga Bank Mandiri melampaui pertumbuhan industri. Hal ini membantu meningkatkan pangsa pasar Bank Mandiri sehingga mendorong pertumbuhan bank lain.

Menariknya lagi, kata Segut, inovasi yang berfokus pada kebutuhan nasabah berarti bank tidak perlu terlalu mempromosikan produk dan layanannya. Jika dicermati lebih dalam, hal ini dapat dilihat pada dua indikator kinerja bank, yaitu rasio efisiensi atau cost to income ratio (CIR) dan rasio profitabilitas atau return on equity (ROE). CIR Bank Mandiri yang pada tahun 2020 berada di angka 45 persen, kini berada di angka 34 persen. Hal ini menunjukkan bahwa bank tersebut mengutamakan pengembangan proses bisnis dan digitalisasi, memberikan kecepatan, kenyamanan, dan keandalan dalam melayani nasabah dengan lebih efektif Pasca pelayanan, ROE Bank Mandiri juga masih bertahan di level 20 persen, menunjukkan profitabilitas yang sangat baik untuk bank sebesar Bank Mandiri.

Thontvi Johari, SVP Business Transformation, Bank Mandiri menambahkan, Sertifikat ini menandai Bank Mandiri sebagai lembaga yang menumbuhkan budaya inovasi yang senantiasa memberikan nilai tambah kepada nasabah dan pemangku kepentingan. Bank Mandiri telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kerangka terstruktur untuk mengembangkan dan mengimplementasikan ide-ide baru secara efektif.

Proses evaluasi untuk sertifikat ini melibatkan pengujian dan penelitian ketat oleh British Standards Institution (BSI) yang menilai strategi inovasi bank, manajemen konsep, kolaborasi, dan metrik kinerja inovasi. “Sertifikasi ISO 56002 untuk Kitemark merupakan tonggak penting bagi kami. Ini menunjukkan bahwa kami tidak hanya berada di jalur yang benar dalam inovasi keuangan, tetapi juga bahwa kami selalu berupaya meningkatkan cara kami melayani pelanggan.” Kami berharap sertifikat ini akan menjadi insentif bagi kami untuk terus berinovasi dan memenuhi ekspektasi pelanggan yang selalu berubah,” ujarnya.

Bank berlogo pita emas ini tidak hanya melakukan inovasi dan transformasi dari segi produk dan layanan, namun juga berpengaruh terhadap pengembangan pegawai atau dikenal dengan bahasa mandarin. Salah satunya adalah program Mandiri Innovation Xperience (MIX) yang menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi perusahaan.

MIX, lanjutnya, bukan sekedar program, melainkan ekosistem internal Bank Mandiri dalam melakukan berbagai pengujian dan acara kolaboratif untuk mengembangkan solusi baru yang siap menghadapi tantangan masa depan. “MIX merupakan wadah lahir dan tumbuhnya ide-ide cemerlang yang membuka jalan bagi Bank Mandiri untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi industri keuangan Indonesia,” ujarnya.

Pada fase selanjutnya, lanjut Thontowy, Bank Mandiri akan kembali berkomitmen untuk melakukan inovasi dan peningkatan kualitas layanan melalui “open Innovation”. Tujuan dari program ini adalah untuk mengumpulkan ide-ide baru dan inovatif dari sumber eksternal. Program ini diharapkan dapat menarik partisipasi dari kalangan start-up, akademisi, pengusaha, dan masyarakat umum yang dapat diintegrasikan dalam layanan dan operasional bank. Dengan cara ini, Bank Mandiri berharap tidak hanya dapat meningkatkan customer experience, namun juga memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovatif di industri perbankan Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *