Korban Selamat Tabrakan Kereta Api di Cicalengka Bisa Langsung Pulang ke Rumah, Dokter Ortopedi Sarankan Periksa Jika Ada Keluhan

korban selamat tabrakan kereta api di cicalengka bisa langsung pulang ke rumah dokter ortopedi sarankan periksa jika ada keluhan ae48d58

kabarkutim.com.com, Seorang penyintas (CA) di Jakarta Cikalengka mengaku hanya mengalami luka ringan dan bisa langsung pulang.

“Luka ringan/tidak luka, kami langsung mencari jalan keluar dan pulang. Jujur saya masih gemetar,” kata korban Widitya melalui akun X @cherrybiscxxxi pagi ini.

Bacaan Lainnya

Viditya mengatakan, saat kejadian itu dia terlempar ke depan gerbong.

“Hanya lutut (yang sakit) karena badan terlempar sebelum benturan. “Saya diperbolehkan pulang (dan disuruh pulang),” jelasnya.

Beruntung dia berada di gerbong terakhir sehingga mengalami luka ringan.

Namun, netizen mengkhawatirkan kondisinya dan menyarankannya untuk menemui dokter untuk menyingkirkan kemungkinan adanya cedera dalam.

“Mending ke dokter, takutnya luka dalam,” sahut warganet.

Terkait hal tersebut, dokter spesialis ortopedi Tony Setiobudi mengutarakan pandangan khusus dari sisi cedera tulang. Dari segi tulang, jika tidak ada keluhan sama sekali maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan.

“Kalau tidak ada keluhan sama sekali (soal tulang), saya kira tidak perlu dilakukan pengecekan,” kata Tony.

Namun jika muncul keluhan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

“Jika Anda mengeluh, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah Anda mengalami patah tulang atau masalah lainnya. Kalau khusus api atau mobil, saya tidak tahu apakah ada protokol seperti itu,” kata Tony. Zdravje kabarkutim.com.com melalui telepon Jumat, (1/5/2024).

Tony menambahkan, jika ada masalah tulang, seperti patah tulang atau patah tulang ringan sekalipun, pasti ada keluhan nyeri.

“Kalau patah pasti ada masalah, nyeri, bengkak, kadang lebam. “Walaupun hanya patah tulang ringan, pasti menyakitkan,” jelas Tony.

“Kalau ada keluhan ada baiknya dicek, kalau tidak ada keluhan sama sekali tidak perlu. “Kemungkinan besar kalau tidak ada keluhan sama sekali tidak ada masalah,” imbuhnya.

Tak dipungkiri Tony, terkadang rasa sakit itu tidak datang seketika atau sesaat setelah terjadi kecelakaan.

“Ini sangat penting, kadang terjadi kecelakaan, tapi rasa sakitnya tidak terjadi secara instan. Pasien normal tidak mengeluh sakit setelah kecelakaan. Dia bisa berjalan dengan normal seolah tidak ada yang salah. Namun, setelah beberapa jam, rasa sakitnya mungkin muncul, bahkan parah.

“Nah, kalau itu terjadi perlu ke dokter, jangan sampai,” kata Tony.

Jika hal ini terjadi, Tony mengaku tidak menyarankan untuk mengobatinya di rumah saja.

“Iya (perawatan di rumah) tidak disarankan jika kecelakaannya tergolong energi tinggi. “Seperti kecelakaan kereta api, jatuh dari ketinggian, jika ada kendala disarankan berkonsultasi ke dokter,” imbuhnya.

Sebelumnya pada Jumat pagi (1/5/2024) sekitar pukul 06.00 WIB, terjadi tabrakan dua kereta antara KA Turangga tujuan Bandung dengan KA penumpang Bandung Raya ruas Haurpugur-.

Akun Twitter @KAI121 membenarkan hal tersebut. “K.A. Kecelakaan terjadi di jalur Haurpugur-Cicalengka antara Turangga (65) dan KA Commuter Line Bandung Raya (350) dan saat ini dalam penyelidikan dan evakuasi oleh tim terkait,” tulis @KAI121.

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Ayep Hanapi juga membenarkan adanya tabrakan kereta api, namun belum bisa memastikan jumlah korban jiwa.

“Iya (memang) di Cicalengka pada pukul 06.03 WIB terjadi adu banteng antara KA Turangga dengan KA lokal dan saat ini sedang proses evakuasi,” kata Ayep di Kabupaten Bandung, Jumat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *