Korea Keluarkan Aturan K-Pop tentang Operasi Plastik, Diet, dan Kesehatan Mental

korea keluarkan aturan k pop tentang operasi plastik diet dan kesehatan mental 951a9fb

JAKARTA – Pemerintah Metropolitan berhasil meloloskan peraturan penting terkait idola K-pop muda yang sedang menjalani pelatihan dan mereka yang belum debut dari segi kesehatan fisik dan mental.

Peraturan ini menekankan bahwa Pemerintah Kota Seoul akan mencegah dampak negatif atau cedera yang timbul dari tekanan fisik dan mental yang dialami para trainee idola akibat pelecehan dan kekerasan seksual, tekanan makanan, dan bahkan operasi plastik paksa oleh pihak berwenang.

Bacaan Lainnya

Peraturan tersebut, yang disebut Ordonansi Kota Metropolitan Seoul tentang Melindungi dan Mendukung Hak dan Kepentingan Seniman Budaya Muda, diusulkan oleh anggota Partai Kekuatan Rakyat Kim Gyu-nam. Proposal tersebut disetujui dalam Sidang Pleno Reguler ke-321 Dewan Kota Seoul pada bulan Desember 2023.

Merujuk pada Newsis, peraturan ini akan berlaku mulai tahun 2024. Pemerintah kota Seoul akan memberikan tes psikologis dan dukungan psikologis kepada para trainee idola remaja agar bisa segera mendeteksi dampak negatif tersebut.

Tak hanya itu, bagi para trainee idola yang gagal debut, juga akan diberikan konseling untuk menunjang kariernya di masa depan. Hal yang sama juga akan diberikan kepada idola yang kontraknya telah habis atau dibatalkan di tengah jalan.

Foto: YG Entertainment

Dari 4.774 agensi hiburan di Korea, 3.930 atau 82,3% beroperasi di Seoul. Meski begitu, sebelum peraturan ini berlaku, belum ada lembaga yang melindungi hak-hak trainee idola yang usianya bisa di bawah 15 tahun.

Kim Gyu-nam mengatakan budaya pop Korea menjadi perhatian dunia karena popularitas K-pop. “Tetapi kecemasan dan segala risiko mengintai para idola dan ini ditransfer ke para trainee idola muda,” ujarnya.

Merujuk pada Tenasia, sebelum lamaran Kim Gyu-nam, sudah banyak kabarkutim.com yang muncul untuk melindungi hak-hak idola K-pop, khususnya anak di bawah umur. Salah satunya adalah apa yang disebut “Lee Seung-gi Act” – berdasarkan konflik penyanyi/aktor dengan agensinya – yang diangkat ke tingkat majelis nasional.

Aturan tersebut salah satunya mengatur jam kerja para idol. Untuk anak di bawah 12 tahun, waktu kerja maksimal 25 jam per minggu. Usia 12-15 tahun maksimal 30 jam per minggu. Usia 15 tahun maksimal 35 jam per minggu. Sementara itu, karyawan bekerja maksimal 52 jam per minggu.

Sayangnya, “Lee Seung-gi Act” belum lolos pembahasan, artinya belum ada aturan resmi yang mengatur jam kerja idola K-pop, terutama trainee di bawah umur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *