Kurs Rupiah Sentuh Rp15.615 per USD Dipengaruhi Dua Hal Ini

kurs rupiah sentuh rp15 615 per usd dipengaruhi dua hal ini 5fb7407

JAKARTA – melemah terhadap dolar Amerika Serikat atau dollar pada siang ini, meski masih berada di kisaran Rp 15.600/USD. terapresiasi 8 poin menjadi Rp15.615 pada akhir pekan dari sebelumnya Rp15.623 terhadap dolar.

Penguatan rupiah juga terlihat dari data JISDOR BI (Bank Indonesia) yang menguat hingga Rp 15.628/USD pada hari ini. Kemarin, rupiah berada pada Rp 15.630/USD.

Bacaan Lainnya

Analis valuta asing Ibrahim Asuaibi mengatakan penguatan rupiah didorong oleh sentimen global terhadap klaim awal tunjangan pengangguran negara yang turun menjadi 187.000 penyesuaian musiman dari 16.000 pada pekan yang berakhir 13 Januari menjelang September 2022. Ini merupakan level terendah sejak saat itu. Kementerian Tenaga Kerja mengumumkan pada hari Kamis. , jauh dari ekspektasi 207.000 ekonom yang disurvei oleh Reuters.

“Data penjualan ritel yang kuat dan komentar dovish dari pejabat The Fed pada minggu ini menimbulkan keraguan bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada Maret 2024,” tulis Ibrahim dalam catatan penelitiannya, Jumat (19/1/2024). .”

Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan memangkas suku bunga AS lebih awal dari perkiraan pada kuartal ketiga jika inflasi turun lebih cepat dari perkiraan dalam beberapa bulan mendatang.

Menurut alat FedWatch CME, pelaku pasar secara signifikan mengurangi taruhan mereka terhadap penurunan suku bunga di bulan Maret. Para pedagang sekarang memberikan peluang penurunan suku bunga sebesar 51,9% pada bulan Maret, yang jauh lebih rendah dibandingkan minggu lalu sebesar 68,3%.

Tanda-tanda ketahanan perekonomian AS baru-baru ini akan memungkinkan The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Bank kemungkinan tidak akan mengubah suku bunga selama inflasi tetap berada dalam target tahunan 2% – CPI bulan Desember tidak menunjukkan kemajuan.

Dari dalam negeri, utang negara per 31 Desember 2023 sebesar Rp8.144,69 triliun. Jumlah tersebut meningkat Rp103,68 triliun dari bulan sebelumnya sebesar Rp8.041,01 triliun. Akibat peningkatan utang tersebut, rasio utang pemerintah naik menjadi 38,59 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir tahun 2023, dari 38,11 persen pada bulan lalu, namun lebih rendah dibandingkan akhir tahun 2021 dan 2022.

Nilai rasio utang tersebut lebih rendah dibandingkan pada akhir tahun 2022 (39,70% PDB) dan puncak pandemi COVID-19 pada tahun 2021 (40,74% PDB). Rasio utang ini masih setara dengan 60% PDB, sesuai Keputusan Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara. S. berada di bawah batas aman hukum dan lebih baik dari sekitar 40% yang ditetapkan dalam strategi pengelolaan utang jangka menengah 2023-2026.

Utang pemerintah terdiri dari dua jenis, yaitu dalam bentuk obligasi pemerintah (SBN) dan pinjaman. Utang pemerintah Desember 2023 sebagian besar masih didominasi oleh aset SBN, yaitu 88,16% utang, sisanya 11,84%.

Berdasarkan data di atas, mata hari ini menguat dan diperkirakan berfluktuasi pada perdagangan minggu depan, kemudian ditutup melemah antara Rp 15.590 – 15.650.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *