Lindungi Hak Cipta Anda di Era Digital

lindungi hak cipta anda di era digital c0f729a

kabarkutim – Banyak seniman yang memanfaatkan media sosial/media digital untuk memasarkan dan mempublikasikan karyanya, termasuk videografer dan ilustrator. Berkat majunya era digital, karya semakin mudah diketahui masyarakat dan menemukan audiensnya. Namun sayangnya, risiko pencurian pekerjaan lebih besar.

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Kemenkumham) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa karya video, foto, atau lukisan yang dipublikasikan dilindungi hak cipta. Berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014, hak tersebut dianggap dinyatakan atau dilindungi segera setelah diketahui orang lain tanpa perlu mendaftar ke DJKI.

“Perlindungan hak cipta itu suatu pernyataan, artinya setelah ciptaannya diwujudkan dan diterbitkan diambil oleh penciptanya, pendaftaran pada DJ bertujuan untuk menegaskan kepemilikannya, sehingga pencipta mau menjual lisensinya atau memberikan kuasa kepada pihak lain. 26 di Kantor DJKI 2024 Jakarta Selatan.

Ignatius kemudian menegaskan bahwa suatu karya kasat mata harus dibedakan dengan karya lain jika tidak disebut plagiarisme. Boleh mengambil inspirasi dari karya lain, namun bila kemiripannya dekat, maka pencipta harus menyebutkan nama pencipta karya tersebut.

“Hak moral tetap ada pada penciptanya, dalam hal ini pemilik unsur rupa aslinya, sehingga namanya harus tetap dikaitkan dengan karya yang diciptakan, lain halnya,” jelas Ignatius, “jika ada keuntungan ekonomi dari karya yang diciptakan, pencipta asli, pemegang hak cipta, harus menerima bagian dari pemasaran komersial.

Pemangku kepentingan dan audiens mengetahui bahwa konten visual sangat mirip dengan konten lainnya. Pemangku kepentingan dan masyarakat mempunyai hak untuk menghentikan, menantang atau mencegah plagiarisme atas karya milik pemilik atau pemegang hak cipta. Hal ini sesuai dengan Pasal 120 UU Hak Cipta.

Masyarakat bisa melaporkan terlebih dahulu ke platform tersebut agar konten yang dicuri bisa dihentikan. Pengguna internet juga dapat memberitahukan pemilik atau pemegang hak cipta atas karya aslinya untuk mengajukan pengaduan ke DJKI.

Lanjutnya, “Jika konten tersebut tidak diturunkan oleh sensor dan platform media sosial, maka pemegang hak dapat meminta rekomendasi kepada DJKI agar Kementerian Komunikasi dan Informatika menutup situs tersebut atau menghapus konten tersebut.”   Selain itu, pencipta, pemegang hak cipta, atau penerima lisensi juga dapat melakukan intervensi terhadap pembajakan. DJKI dapat memfasilitasi pemulihan yang adil dalam bentuk mediasi sehingga pihak-pihak yang bersengketa tidak perlu ke pengadilan.

“Kami yakin masyarakat, khususnya yang bekerja di industri kreatif, akan lebih menghargai kreativitas orang lain,” tutupnya. Dapat menukarkan dolar AS dengan bantuan bank sehingga meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi digital dengan BTN Mobile . kabarkutim.co.id pada 1 Juli 2024.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *