Melangkah Lebih Jauh dalam Penerapan EBT, Garudafood Operasikan PLTS Atap di Pabrik Sumedang

melangkah lebih jauh dalam penerapan ebt garudafood operasikan plts atap di pabrik sumedang fa93a46

SUMEDANG – Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya atau Rooftop pertama di Pabrik Garudafood di Sumedang, Jawa Barat dengan kapasitas 810 kilowatt peak (kWp). Melalui ini, Garudafood berhasil melakukan dekarbonisasi emisi 1.000 ton karbon dioksida (CO2) setiap tahunnya atau setara dengan penanaman 114.000 pohon.

Dijelaskan, panel PLTS Atap di Garudafood Sumedang mampu menghasilkan lebih dari 1.200 megawatt-jam (MWh) yang seluruhnya disalurkan dan digunakan untuk kegiatan utama dan penunjang proses produksi.

Bacaan Lainnya

“Garudafood ke depan akan bergerak menuju zero energy, zero waste, dan zeropolation. Kita mulai dengan langkah awal ini. Upaya penghematan energi yang telah dilakukan selama beberapa tahun antara lain mendaur ulang energi dari limbah panas untuk digunakan pada cold storage.” jelas Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja saat peresmian PLTS atap Pabrik Garudafood di Jalan Raya Rancaekek-Sumedang, Jawa Barat, Kamis (18/1/2024).

Perusahaan, kata dia, juga berupaya mengurangi jejak karbon dan dampak negatif lingkungan lainnya akibat sumber energi konvensional dengan mengadopsi teknologi dan inovasi ramah lingkungan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengelola limbah produksi, dan menerapkan praktik ekonomi sirkular di Garudafood.

Dijelaskan pula bahwa Garudafood juga telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan lainnya melalui forklift yang sebagian besar sudah tidak lagi menggunakan bahan bakar diesel. Hal ini merupakan bentuk investasi perseroan dalam penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Cukup banyak langkah lain, misalnya forklift tidak lagi menggunakan solar. Kami sudah menggunakan listrik, kemudian mesin operasional sejak setengah tahun lalu, kami berkomitmen untuk mengganti seluruh mesin operasional dengan yang listrik. Kemudian sepeda motor juga beralih ke sepeda motor listrik. bergerak, ini inisiatif yang kami laksanakan,” ujarnya.

Atmadja menambahkan, PLTS ini menghemat sekitar 10% dari total kebutuhan energi perusahaan. Hingga tahun 2024, Garudafood berencana melakukan penetrasi instalasi PLTS Atap di seluruh wilayah operasi Garudafood yaitu di Pati, Jawa Tengah, Gresik, Jawa Timur dan kantor pusat Jakarta.

Mewujudkan potensi energi surya yang dihasilkan dari seluruh PLTS di Garudafood diperkirakan mencapai total lebih dari 2.400 kWP, yang berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 3.000 ton CO2 setiap tahunnya.

“Kalau presentasinya sekitar 10 persen. Kenapa kita tidak bisa lebih besar, karena regulasinya juga? Kalau regulasinya memperbolehkan lebih besar, otomatis kita bisa lebih besar. Sebenarnya kita berencana untuk lebih besar, tapi itu juga harus bertahap,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *