Melihat Ekonomi Masyarakat, Universitas Syiah Kuala Turunkan Biaya Kuliah Mahasiswa Baru

melihat ekonomi masyarakat universitas syiah kuala turunkan biaya kuliah mahasiswa baru 7ca9169

Aceh – Kabar menarik dari Universitas Siya Kuala (USK) Banda Aceh. Sebab, kampus ini memberikan diskon UKTB sebesar 5-31 persen untuk mahasiswa perorangan.

Kebijakan USK menurunkan biaya UKTB diambil karena melihat kondisi perekonomian masyarakat yang pulih pasca bencana COVID-19, khususnya di Aceh dan nasional, kata Rektor Banda Aceh Profesor Marwan, dilansir Antara, Minggu. 13 Agustus 2023.

Dijelaskannya, pengurangan pendanaan UKTB ini sejalan dengan Peraturan Rektor USK 1023/UN11/KPT/2023 yang menetapkan pendanaan UKTB bagi mahasiswa baru Strata 1 (S1) pada tahun 2023.

Maba merupakan mahasiswa baru USK yang diterima melalui tiga jalur seleksi yaitu Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Berbasis Ujian Nasional (SNBT) dan Mandiri 2023.

Ia mengatakan, kebijakan penurunan UKTB juga merupakan bagian dari respon USK terhadap iklim perekonomian saat ini dan kebutuhan untuk terus memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada seluruh anak di Tanah Air.

“Kami memahami bahwa keadaan keuangan masyarakat tidaklah mudah. ​​Maka ini merupakan dukungan USK agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikannya,” kata Rektor.

Penurunan persentase UKTB yang sesuai untuk UKTB Program Studi Kedokteran (PRODI) dari maksimal Rp 26.350.000 menjadi maksimal Rp 21.000.000 pada tahun sebelumnya (2022) dan eks Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). Maksimal Rp 26.350.000 – Rp 18.000.000.

Menurut dia, keputusan penurunan UKTB yang jauh lebih rendah dibandingkan Biaya Pendidikan Seragam (UTF) yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mempengaruhi kinerja USK.

Namun pengelola menjamin hak mahasiswa untuk mencapai tujuan akademiknya di USK tidak akan dilanggar dan akan memenuhi standar akademik yang telah ditetapkan.

Setelah 9 semester mahasiswa yang memiliki 6 sks (satuan kredit semester) atau kurang berhak mendapatkan pengembalian UKTB sebesar 50% sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Perguruan Tinggi.

“Tentu saja keputusan ini saya pertimbangkan dengan matang. Insya Allah, kami jamin kebijakan ini tidak akan menurunkan kualitas layanan pendidikan di universitas,” ujarnya.

Rektor menyampaikan dengan status USK sebagai Perguruan Tinggi Negeri Wajib (PTN BH), maka lembaga tersebut akan mencari pendanaan dari berbagai sumber dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan pemerintah seperti UKTB.

Selain itu, pada tahun 2023, USK juga akan mengeluarkan kebijakan dimana mahasiswa yang terdaftar pada jalur mandiri dapat mendaftar di KIP-K. Dalam hal kontribusi kepada lembaga pengembangan (SPI) jalan mandiri, dana tersebut dapat dibayarkan secara berkala atau dicicil, kata Prof. Nyonya. (Di antara)

Baca artikel menarik lainnya dan baca link ini. 3 polisi dilempari batu dalam kerusuhan yang disertai kekerasan terhadap militer di Papua Front Mahasiswa dan Rakyat Papua Anti-Militer (FMRPAM) Selasa, 2 Maret 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *