Menakar Dampak Para Menteri Jokowi Jika Mundur, Ganggu Investasi Hingga Sulit Peroleh Pinjaman Utang

menakar dampak para menteri jokowi jika mundur ganggu investasi hingga sulit peroleh pinjaman utang 030d4c1

Laporan reporter kabarkutim.com.com, Ismoyo

kabarkutim.com.COM, JAKARTA – Belakangan ini beredar kabar sejumlah menteri akan mengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan kabinet Indonesia maju.

Bacaan Lainnya

Di antara nama-nama yang banyak dikaitkan dengan mundurnya pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah Menteri Keuangan (MnQ) Bapak Mulyani Indrawati.

Selain itu, beredar pula kabar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berniat mundur dari kabinet.

Lalu, jika hal tersebut benar-benar terjadi, apa dampaknya bagi Indonesia, khususnya di sektor keuangan?

Bhima Yudhishthira, analis ekonomi dan direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (SELIOS), meyakini negara akan terdampak jika beberapa menteri mengundurkan diri.

Terutama mempengaruhi kondisi perekonomian nasional. Berkurangnya kepercayaan investor terhadap investasi dan kesulitan memperoleh pinjaman bagi Indonesia.

Jadi kalau Pak Mulyani dan menteri-menteri lainnya mundur dari kabinet, dampaknya akan mengejutkan kepercayaan investor, kepercayaan pemberi pinjaman, dan akibatnya kita akan sulit mendapatkan pinjaman baru dan dukungan investasi, kata Bhima kepada Tribun. Selasa (30/1/2024).

Menurut Bhima, Pak Mulyani bukanlah menteri dan politikus yang profesional di bidangnya.

Jadi kalau Pak Mulyani turun dari kabinet, akan menimbulkan kekacauan.

Pak harus menyadari bahwa perekonomian sebenarnya sangat lemah tanpa Pak Mulyani dan kepercayaan internasional kini bertumpu pada Pak Mulyani. Hampir semua investor tidak mempercayai Jokowi secara langsung melainkan melalui perantara Pak Mulyani atau LBP. Tapi kredibilitas Pak Mulyani di kabinet Jokowi sangat penting.

“Ini tentu akan menjadi pertanyaan besar di Kabinet, karena Pak Mulyani bukan politikus, melainkan birokrat dan akademisi teknokrat,” jelas Bhima.

Jadi ini menunjukkan Jokowi sudah tidak mendapat dukungan moral dari menteri-menteri yang berkompeten di bidang keuangan, tutupnya.

Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menampik rumor yang beredar bahwa Menteri Keuangan Pak Mulyani akan mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

Menurut Luhut, kabar tersebut tidak benar. Pasalnya, ia berkali-kali bertemu dengan Pak Mulyani saat menjabat Menteri Keuangan.

Saya masih rapat dengan baik,” kata Menko Luhut kepada wartawan di Kementerian Koordinator Kelautan dan Perikanan, Jumat (26/1/2024).

Menteri Kabinet Indonesia Maju sempat dikabarkan ingin mundur, kata Luhut melanjutkan.

“Silakan mundur. Anda menawarkan mundur, jangan mundur,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Komunikasi dan Informatika Kementerian Keuangan Deni Surjantoro mengatakan Menteri Keuangan (MnQ) Pak Mulyani akan tetap menjalankan tugasnya meski ada isu bakal mundur dari kabinet. . Oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Saat dihubungi Tribun News, Jumat (19/1/2024), Dani mengatakan, “Menteri Pak Muliani secara profesional dan bertanggung jawab menjalankan tugas pengelolaan keuangan pemerintah sesuai dengan tata kelola yang baik dan norma hukum.”

Deni mengatakan, Mulyani telah menjadwalkan pertemuan internal di Istana Merdeka hari ini, setelah kembali dari kunjungan resmi ke Davos untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia.

“Setelah Menteri Keuangan kembali dari Davos – hari ini beliau menghadiri tiga rapat internal dengan presiden dan pejabat kabinet di Istana Merdeka,” jelasnya.

Sementara itu, pada Jumat (19/1) pagi, Menteri Keuangan Shri Mulyani bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto menggelar rapat internal di Rashtrapati Bhavan.

Usai menghadiri pertemuan, Menteri Keuangan Pak Mulyani menyampaikan kesiapannya mundur dari Kabinet Indonesia Maju (KIM). Katanya Pak Mulyani masih bekerja.

“Masak? Masih kerja,” ujarnya, Jumat (19/1/2024).

Shri Mulyani tak menghiraukan hal tersebut. Saat menuju mobil dinasnya, Pak Mulyani mengatakan bahwa dia sedang bekerja.

“Saya ingin maju, saya ingin maju, saya bekerja, bekerja,” dia berjalan.

Sri Mulyani tertawa menanggapi ceramah tersebut. Termasuk saat ia menanyakan pertanyaan yang kontradiktif kepada Prabowo Subianto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *