Minum Sari Kurma Mentah, Pria Ini Terinfeksi Virus Nipah, Otaknya Membengkak Lalu Wafat

minum sari kurma mentah pria ini terinfeksi virus nipah otaknya membengkak lalu wafat 39b40e0

kabarkutim.com.CO.ID, JAKARTA – Seorang pria Bangladesh yang tidak diketahui identitasnya dilaporkan meninggal karena . Setelah meminum sari kurma yang terkontaminasi urin atau air liur yang terinfeksi virus, ia mengalami pembengkakan otak.

Virus Nipah, yang menjadi inspirasi film global Contagion, dapat membunuh hingga 75 persen orang yang terinfeksi. Tehmina Shireen, direktur Institut Epidemiologi, Pengendalian dan Penelitian Penyakit (IEDCR) Kementerian Kesehatan Bangladesh, membenarkan kematian tersebut.

Bacaan Lainnya

Sampelnya dikirim untuk uji laboratorium dan hasilnya positif. Kami tahu orang tersebut mengonsumsi jus kurma mentah, kata Shireen seperti dikutip The Sun, Rabu (31/1/2024).

Kementerian Kesehatan Bangladesh telah memperingatkan masyarakat untuk tidak minum jus kurma mentah setelah 139 orang tertular virus Nipah setelah meminum minuman yang terkontaminasi tersebut. Nipah merupakan virus yang ditularkan ke manusia melalui hewan seperti kelelawar dan babi.

Penyakit virus Nipah pertama kali terdeteksi di Malaysia pada tahun 1999, namun penyakit ini paling banyak ditemukan di Bangladesh dan India. Pada tahun 2023, 10 dari 14 orang yang terinfeksi virus Nipah di Bangladesh akan meninggal.

Menurut IEDCR, ini merupakan jumlah kematian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Dari pasien yang bertahan hidup, sekitar 20 persen menderita kondisi neurologis jangka panjang, termasuk perubahan kepribadian atau gangguan kejang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan Nipah sebagai “” dengan potensi epidemi. Penyakit ini dapat dengan cepat menyerang sistem pernafasan dan saraf pusat. Belum ada obat atau vaksin untuk mengobati Nipah, namun delapan kelompok ahli sedang berupaya mengembangkan vaksin untuk melawan virus tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *