Pemerintah Telusuri Kelayakan Data 7,1 Juta Konsumen LPG 3 Kg Subsidi

pemerintah telusuri kelayakan data 7 1 juta konsumen lpg 3 kg subsidi 6c15aeb

kabarkutim.com.com, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jakarta (ESDM), mengajak rumah tangga yang berhak mengonsumsi bersubsidi untuk segera mendaftar ke Yayasan Pertamina atau titik penjualan resmi dengan menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak 189 juta jiwa berdasarkan data P3KE. atau KPT berhak menjadi penerima elpiji 3 kg bersubsidi.

Bacaan Lainnya

Namun jumlah NIK yang mendaftarkan dan membeli tabung gas semangka bersubsidi di sistem tersebut sekitar 31,5 juta.

“Dari 189 juta transaksi, NIK 31,5 juta. 7,1 juta terdaftar di website berdasarkan permintaan karena belum terdaftar. Artinya, kalau ada masyarakat yang belum memeriksakan diri dan datang ke agen resmi, berhak mendaftar,” kata Tutuka di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu ( 3 Januari 2024 r.).

Sekadar informasi, data P3KE digunakan untuk menentukan apakah pelanggan di segmen dalam negeri layak membeli LPG 3 kg. Namun, untuk kelompok usaha mikro, hal itu menyangkut data milik Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Sedangkan untuk nelayan dan petani, target konversi LPG menggunakan data yang dimiliki Kementerian ESDM.

Mustika Pertiwi, Direktur Pembinaan Pengusahaan Migas Kementerian ESDM, mengatakan pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga sudah memverifikasi rincian NIK 7,1 juta tersebut apakah benar pelanggannya atau bukan.

“Sebenarnya hingga saat ini NIK yang terdaftar kurang lebih 31,5 juta. Sementara dari 31,5 juta NIK, dari 189 juta NIK, hanya 24,4 juta NIK yang terdaftar. Sedangkan NIK yang terdaftar sebanyak 7,1 juta.” 189 juta dari Badan Pemeriksa Keuangan,” ujarnya.

“Apa langkah selanjutnya? Kemarin kami rapat dengan tim Pertamina, kami akan verifikasi data NIK 7,1 juta saat ini, apakah benar konsumen atau masyarakat berhak mendapat atau tidak, ”kata Mustika. .

Mulai hari ini, 1 Januari 2024, Anda harus melaporkan pembelian elpiji 3 kg atau lebih sering gas melon. Dalam hal pengguna LPG subsidi tidak terdaftar atau ingin memeriksa status penggunanya, maka wajib mendaftarkan atau memeriksa data pribadinya pada sub-pemasok/basis resmi sebelum melakukan transaksi.

Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah untuk melakukan konversi distribusi tabung elpiji 3 kg. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa kelompok masyarakat yang kurang beruntung dapat sepenuhnya memperoleh manfaat dari jumlah hibah yang terus meningkat atau diimbangi.

Direktur Jenderal Migas Tutuka Ariadji mengimbau masyarakat yang belum mendaftar segera mendaftar sebelum membeli elpiji 3kg. Untuk mendaftar, Anda hanya memerlukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) dari distributor/pangkalan resmi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena proses pendaftarannya sangat mudah, cepat dan aman. Tinggal tunjukkan KTP dan KK,” kata Tutuka, Senin (1 Januari 2024).

Selain memudahkan dan mempercepat proses pendaftaran, Tutuka menjelaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan informasi pribadi pelanggan.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menambahkan, masyarakat harus memiliki KTP dan Kartu Keluarga untuk membeli elpiji 3kg. Hal ini sebagai upaya mengumpulkan data sebagai acuan penyampaian yang tepat sasaran.

“(Masyarakat) tetap bisa membeli, tapi harus tercermin dalam data. Jadi bagi yang belum masuk data, kami persilakan untuk mendaftar secara resmi,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting kepada kabarkutim.com. .com.

Irto mengatakan, proses pendaftarannya cukup sederhana. Dengan begitu, proses pendaftaran masyarakat dipercepat dengan menunjukkan KTP dan KK.

“Datanya diisi oleh Pangalan.

Setelah mendaftar, warga bisa langsung membeli elpiji 3 kg dari penjual. Irto menegaskan, tujuannya adalah untuk mencapai target penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi.

“Jika ini terjadi, pihak yang berkepentingan bisa membeli elpiji 3 kg. Intinya memastikan subsidi LPG terkonversi peruntukannya,” tegasnya.

Agus Sujatno, Ketua Bidang Publikasi Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI), menegaskan, LPG 3 kg merupakan produk bersubsidi.

Oleh karena itu, perlu ada mekanisme yang tegas untuk mencegah terjadinya penyesatan distribusi LPG 3 kg kepada masyarakat.

Dalam pesan tertulis yang dikutip Jumat (29/12/2023), Agus mengatakan kepada kabarkutim.com.com bahwa “mekanisme yang lebih umum adalah distribusi tertutup.

Pada awal penggulungan digunakan mekanisme kartu kendali LPG bermassa 3 kg. Namun, Agus menilai pemerintah belum konsisten mengizinkan masyarakat bermigrasi menggunakan elpiji semangka.

“Pembelian elpiji 3 kg dengan KTP merupakan salah satu upaya distribusi tertutup. Namun implementasi pasar tidaklah mudah. “Kemungkinan menyesatkan konsumen dan pengusaha akan sangat tinggi,” jelasnya.

Agus mengatakan kejanggalan akan terus terjadi karena belum jelasnya sistem pengawasan pembelian menggunakan KTP.

“(Mengenai) siapa yang bertanggung jawab mengawasi pelaksanaannya di lapangan,” jelasnya.

Agus menyarankan, apabila ID berbasis data program Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) digunakan untuk pembelian LPG 3kg, maka diperlukan pemutakhiran data.

“Hal ini penting untuk memasukkan kelompok rentan yang tidak terdaftar, atau sebaliknya kelompok baik yang benar-benar masuk dalam data,” tambahnya.

Menurutnya, yang terbaik dalam pengendalian subsidi elpiji 3 kg adalah subsidi untuk orang, bukan barang.

Artinya barang dijual dengan harga keekonomian, namun masyarakat rentan mendapat bantuan langsung. “Dengan demikian, tidak terjadi selisih harga antara elpiji 3 hingga 12 kg,” tutupnya.

Apalagi, sebelum menerapkan sistem pembelian KTP, pemerintah bermaksud mengantisipasi adanya masyarakat yang ingin mengambil keuntungan dari penyimpanan sehingga terdapat risiko kehilangan/kekurangan elpiji 3 kg di pasaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *