Penyandang Diabetes Disarankan Bawa Alat Cek Gula Darah Saat Mudik

penyandang diabetes disarankan bawa alat cek gula darah saat mudik 59e72d9

kabarkutim.CO.ID, JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam Universitas Indonesia dr Rudi Kurniawan, sp.

“Terkadang penderita bisa memeriksa gula darahnya di sela-sela aktivitas jika gejalanya berubah, seperti pusing, jantung berdebar, untuk mengetahui apakah gula darahnya aman,” kata Rudy. Membahas penyakit diabetes di Jakarta

Bacaan Lainnya

Bagi penderita diabetes yang mendapat suntikan insulin, pemeriksaan glukosa darah bisa dilakukan dua hingga tiga kali seminggu, ujarnya.

Tes ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak insulin yang disuntikkan ke dalam tubuh

Bagi penderita diabetes atau biasa disebut diabetes yang sedang menjalani pengobatan, pemeriksaan gula darah mandiri dapat dikurangi menjadi seminggu sekali sesuai kebutuhan.

“Stroke atau serangan jantung merupakan rangkaian kejadian yang tidak pernah kita ketahui, apakah itu efek gula atau tidak, kita tidak perlu memeriksa gula darah untuk membuktikan amannya,” kata pendiri komunitas Sahabat Diabetes ini.

Gejala ini juga bisa terjadi ketika penderita diabetes memiliki gula darah rendah yang disebut hipoglikemia saat berpuasa.

Selain pusing dan jantung berdebar, penderita diabetes juga mungkin mengalami gejala hipoglikemia dan penglihatan kabur. Jika tanda-tanda tersebut terlihat, maka secara medis dianjurkan untuk membatalkan puasa bagi pasien diabetes

Berbagai komplikasi juga bisa terjadi jika gula darah tinggi, atau hiperglikemia

Komplikasi bisa bersifat akut atau terjadi dengan cepat dan mungkin berhubungan dengan asam dalam darah, seperti risiko kehilangan kesadaran, kesulitan bernapas, dan perlunya perawatan intensif.

Selain itu, penyakit kronis terjadi secara bertahap atau dalam jangka waktu yang lama, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit kaki diabetik, penyakit mata, penyakit liver, penyakit kulit, dan lain-lain.

“Kalau ada komplikasi puasa, penderita diabetes berisiko hiperglikemia atau hipoglikemia, jadi jangan bilang penderita diabetes tidak bisa hipoglikemia. Padahal, hipoglikemia ada risikonya dan perlu hati-hati,” ujarnya. .

?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *