Perdoski Dukung Perubahan Nomenklatur Profesi Dokter Spesialis Kulit di Indonesia 

perdoski dukung perubahan nomenklatur profesi dokter spesialis kulit di indonesia a350687

Laporan Choirul Arifin, reporter kabarkutim

kabarkutim.COM, JAKARTA – Indonesia (Pertoski) mendukung penuh perubahan nomenklatur profesi dermatologi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Didirikan bersama Ikatan Dokter Indonesia (ITI) pada 10 Januari 1966, organisasi ini membantu menyosialisasikan perubahan nomenklatur agar menjadi pengetahuan umum di masyarakat.

Perubahan nomenklatur tersebut berarti mengubah gelar Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Sp.KK/Sp.DV menjadi Sp.DVE atau Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika untuk masyarakat umum.

“Komunikasi yang berkelanjutan mengenai perubahan ini sangat penting untuk memuaskan mereka yang menerima pengobatan dan konseling, dan untuk menghindari keraguan dan kekhawatiran terhadap kompetensi Sp. DVE.” Ketua Umum Pertosky Prof. Dr. M. Yulianto Listiawan, Sp., Subsp O.B.K FINSDV, FAADV dalam webinar bersama wartawan di Jakarta, Rabu 31 Januari 2024.

Ia menjelaskan nomenklatur baru judul SP tersebut. DVE adalah Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) no. 2021 99 Standar Pendidikan Profesi Subspesialis Kulit dan Kelamin.

Selain itu, perubahan nomenklatur tersebut juga telah dituangkan dalam salinan Keputusan Direktur Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor: 163/E/KPT/2022 tentang Nama Program Studi Akademik dan Profesi.

Perubahan nomenklatur tersebut juga disebutkan dalam surat pemberitahuan Sekolah Tinggi Ilmu Kulit dan Kelamin Indonesia (KDVI) Nomor: 1322-1/Kolegium-DV/VIII/2022.

Prof Yulianto Listiawan mengatakan dokter SpDVE bertujuan untuk mengobati berbagai kelainan kulit inflamasi, infeksi, tumor dan bedah kulit, alergi dan infeksi menular seksual.

Ruang lingkup pekerjaannya meliputi penanganan berbagai prosedur medis kosmetik seperti laser, suntik botox, microneedling, peeling, filler, threadlift, bedah kulit dan berbagai prosedur di bidang estetika.

Seluruh ruang lingkup Sp.DVE mencakup masyarakat dari segala usia mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Arthika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004 dan berpengaruh mendukung perubahan nomenklatur ini.

“Saya sendiri terkejar dengan sebutan Sp.DVE yang mulai dipakai oleh beberapa dokter, apa bedanya dengan Sp.KK? dirawat oleh dokter yang tepat,” ujarnya.

Setelah menyadari memang ada perubahan topik, ia mengaku sudah tenang dan tidak lagi khawatir.

“Informasi mengenai perubahan gelar sangat penting untuk mengedukasi Anda dan keluarga agar tidak terjadi kebingungan dan kesalahpahaman. Selain itu, penting untuk mengetahui kemampuan Sp.DVE dalam menentukan pilihan yang tepat untuk kebutuhan kesehatan Anda,” ujarnya.

Tersebarnya informasi pergantian judul Sp.DVE ini seiring dengan berbagai agenda perayaan HUT Bertosky ke-58 melalui webinar, workshop, dan berbagai acara.

Ketua Peringatan Pertosky ke-58 dan Ketua Urusan Masyarakat dan Kerjasama Dr. Andreas Vidiansya, sb. D.V.E., FINSDV, FAADV menambahkan bahwa sebagai organisasi profesi, Pertoski selalu berupaya untuk berkontribusi dan berpartisipasi dalam masyarakat dengan berbagai kegiatan otentik.

“Kami menyadari perkembangan dunia digital saat ini begitu pesat sehingga berbagai webinar, penyebaran informasi, dan kegiatan interaktif dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan saluran dan platform digital seperti media sosial,” ujarnya.

Webinar online, lokakarya, diskusi kelompok, dan penyebaran informasi terus ditingkatkan secara digital tanpa mengabaikan partisipasi dunia nyata seperti layanan masyarakat dan seminar publik.

Ketua Umum menambahkan, perayaan ini memberikan tanggung jawab kepada seluruh anggota Perdoski, karena merupakan momen untuk mengkaji berbagai lapisan masyarakat untuk mengetahui perubahan gelar Sp.KK/Sp.DV menjadi SP. .DVE.

“Mulai akhir tahun 2023, gelar Sp.KK/Sp.DV diubah menjadi Sp.DVE. Masyarakat tidak perlu khawatir karena kualifikasi Sp.KK/Sp.DV sama dengan dokter Sp.DVE. . Semua dokter kulit ini valid di bidang penelitiannya.”

Semua Dokter S.P. DVE dinaungi oleh sebuah organisasi bernama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Pertoski).

Saat ini Pertosky membawahi 29 cabang Pertosky dan 13 kelompok belajar yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Terdapat lebih dari 2900 anggota Bertoski, termasuk hampir 2400 dokter sp. DVE dan 500 anggota muda Bertosky mempelajari DVE.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *