Reses Sutomo di Busang, Masyarakat Desa Long Lees Usulkan Masalah Listrik dan Jalan

IMG 20220709 WA0024

BUSANG – Saat Sutomo Jabir, anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan reses di Desa Long Lees Kecamatan Busang Kabupaten () pada 6 Juli 2022 yang lalu, banyak keluhan atau pun aspirasi yang disampaikan kepadanya, khususnya masalah listrik dan infrastruktur jalan.

Untuk itu, apa yang menjadi aspirasi tersebut akan disampaikannya dalam rapat paripurna sehingga dapat menjadi perhatian pemerintah dan diharapkan keinginan masyarakat ini bisa terwujud meskipun secara bertahap.

Bacaan Lainnya

“Melihat kondisi masyarakat di Desa Long Lees sudah seyogyanya mendapatkan solusi dari pemerintah, disaat era modern yang serba digital justru di tempat ini masih berjuang untuk mendapatkan layanan listrik,” ujar Sutomo via WhatApps, jumat (8/7/2022)

Dirinya berharapan pemerintah dan PLN bisa secepatnya merealisasikan listrik di daerah Long Lees dan sekitarnya. Demikian juga dengan infrastruktur jalan yang sudah lama menjadi PR pemerintah, baik dari Samarinda menuju Busang, maupun dari Sangatta – Rantau Pulung yang sampai saat ini belum ada solusi yang permanen.

“Hal-hal ini yang akan kita dorong kedepan supaya segera ada solusi mengatasi ketertinggalan daerah, termasuk Busang dan Long Mesangat,” tutur politisi dari PKB ini.

Untuk diketahui, saat reses tersebut aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan adalah agar PLN bisa masuk ke kampung mereka untuk melakukan pemasangan instalasi listrik di gang dan di rumah warga. Kemudian diusulkan juga jalan yang mengarah dari Samarinda sampai Busang perlu dibenahi atau dibangun.

Selain itu, masyarakat Desa Long Less minta bantuan untuk jalan usaha tani, bantuan bibit sawit dan sarana mobil pemadam kebakaran, mengingat di Desa Long Less sudah ada enam rumah terkena musibah kebakaran dan tidak bisa diatasi.

Dalam kesempatan itu disampaikan juga terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), warga meminta program BPNT ini harus merata di Kecamatan Busang, karena saat ini data yang masuk tidak semua warga PKH (Program Keluarga Harapan) mendapatkan bantuan BPNT. (G-S02)

Kabar Kutim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *