Sharing Tentang Digital Government, Komisi IV DPRD Kukar kunjungi Diskominfo Perstik Kutim

IMG 20220527 WA0030 scaled 1

KABAR KUTIM Lima orang dari Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) yakni Baharuddin, Aini Faridah, Yusmardani, Abdul Wahab Arief dan Kamarku Zaman melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik) () untuk sharing Penyelenggaraan Digitalisasi Pemerintah (Digital Government), jumat (27/5/2022)

Kedatangan Komis IV DPRD Kukar ini diterima langsung oleh Kadis Kominfo Perstik Ery Mulyadi didampingi Sekretaris Ronny Bonar Siburian, Kepala RPD Kutim Agus Purnama serta Pejabat Fungsional dan Struktural di lingkungan Diskominfo Perstik Kutim.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang Live Room Diskominfo Perstik ini, Baharuddin selalu Ketua Komisi IV menyampaikan maksud kedatangan mereka adalah sharing terkait penyelenggaraan digitalisasi Pemerintah dan penerapan Program Smart City di Kutim.

Dirinya menuturkan saat ini pemerintahan berproses dalam digitalisasi apalagi Kutim terpilih menjadi salah satu daerah dalam Program Gerakan Menuju 100 Smart City oleh Pemerintah Pusat itulah alasan kenapa melakukan kunker ke Kutim.

“Kami ingin mengetahui lebih jauh apa saja penerapan digitalisasi di Kutai Timur yang telah dilakukan, tentu semuanya melalui proses dan kami memandang itu sangat penting,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kukar ini.

Sementara itu Ery Mulyadi, Kadis Kominfo Perstik Kutim mengucapkan terimakasih dan surprise karena DPRD Kukar yang sudah berkunjung ke Kutim, dirinya mengatakan pertemuan ini hanya sebagai sharing informasi, khususnya terkait digitalisasi pemerintahan.

Dirinya menyebutkan di Kutim digitalisasi sudah sampai pada pemerintahan paling bawah di tingkat desa, hal ini sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati tentang merdeka sinyal.

“Saat ini desa-desa sudah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Tentu saja ini juga sejalan dengan pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” beber Ery.

Terkait penerapan Smart City, Ery menyebutkan di Kutim ada enam elemennya, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment, bahkan untuk Smart. Bahkan untuk Smart Branding Kutim meraih penghargaan dalam implementasinya dari Kementrian Kominfo terhadap pengelolaan madu kelulut di Kecamatan Sangatta Utara.

“Untuk jenis aplikasi juga sudah diimplementasikan dan terintegrasi dalam SPBE, untuk sarana pendukung teknologi informasi sudah memadai, di Kawasan perkantoran Bukit Pelangi kami sudah membangun backbone Fiber Optic dan bandwidth juga sudah memadai sebesar 400 mbps,” bebernya.

Ditambahkan Ery, untuk jaringan internet masih ada 37 desa yang masih blankspot namun di tahun 2022 Kutim sendiri rencananya akan mendapatkan alokasi sebanyak 56 desa yang akan dibangun fasilitas menara dan BTS oleh Kementerian Kominfo sehingga ditahun 2022 program merdeka sinyal yang dicanangkan diharapkan dapat terwujud. (G-S02)

Kabar Kutim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.