Terungkap, Penyebab Mahasiswa Baru UIN Diminta Daftar Pinjol saat Kegiatan PBAK

terungkap penyebab mahasiswa baru uin diminta daftar pinjol saat kegiatan pbak 1b56539

Solo – Kewajiban OSIS terhadap mahasiswa baru UIN Raden Mas Said Surakarta untuk mendaftar pinjaman online (piñol) pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Mahasiswa (PBAK) Tahun 2023 menuai kontroversi. Dan UIN Raden Mas Said Surakarta berjanji akan menindaklanjuti masalah ini.

“Baru saja dosen yang kebetulan menjadi pembina Dema (OSIS) mendapat informasi adanya Nota Kesepakatan antara mahasiswa dengan sponsor,” kata Wakil Rektor III UIN Bidang Kemahasiswaan Raden Mas Said Surakarta. , Syamsul Bakri di Solo, dilansir Antara, Selasa 8 Agustus 2023.

Soal adanya nota kesepahaman antara perusahaan yang mampu mensponsori acara dengan mahasiswa, menurutnya tidak sejalan dengan aturan. “Mahasiswa tidak berhak membuat Memorandum Perjanjian, apalagi yang nominal.” Padahal PBAK ditanggung oleh universitas. Tidak boleh minta sponsor seperti itu,” kata Syamsul Bakri.

Menurut dia, dari nota kesepakatan diketahui besaran nominal dana sponsorship yang akan diterima penyelenggara sebesar Rp160 juta. “Bagaimana bisa sebesar ini?” Itu hanya satu dari tiga perusahaan itu,” kata Syamsul Bakri.

Menurutnya, ada ratusan mahasiswa yang mengajukan permohonan ke perusahaan pinjaman tersebut. “Dari FIT saja yang mendaftar 300. Kalau kemarin yang masuk 500, bisa lebih.” Datanya masih simpang siur, kami belum punya data yang akurat. Kalau fakultasnya lima, berarti empat fakultas lagi. mungkin ada ribuan (yang sudah mendaftar),” lanjutnya.

Dengan kejadian tersebut, ia membenarkan bahwa Dema melampaui kewenangan yang diberikan dan dianggap menyembunyikan sesuatu dari pihak universitas. “Memorandum itu tidak dibicarakan dengan kami pimpinan, jadi dirahasiakan. Kami tidak dapat (isi Memorandum) dari Dema, kami punya jalan,” ujarnya.

Terkait kejadian ini, kata dia, Dewan Kehormatan akan menentukan langkah selanjutnya. “Ini baru pertemuan pertama. Dewan Etik sudah memberikan sanksi, tapi sanksinya apa dan bagaimana, sejauh ini,” ujarnya. (Antara) Adin Jauharuddin Terpilih Sebagai Ketua Umum GP Ansor Periode 2024-2029 Adin Jauharudin terpilih secara aklamasi oleh peserta Kongres XVI GP Ansor kabarkutim.com.co.id pada 3 Februari 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *