Terus Kobarkan Perang di Gaza, Ekonomi Israel Memburuk

terus kobarkan perang di gaza ekonomi israel memburuk 46b5abb

kabarkutim.com.CO.ID, TEL AVIV – Perang yang sedang berlangsung di Gaza menghambat pertumbuhan perekonomian Palestina. Puluhan ribu pengungsi di kota-kota dekat Gaza, terutama terkait dengan pemanggilan pasukan keamanan.

Selain itu, penyebab Lebanon adalah terus menerusnya serangan roket yang ditembakkan oleh Hamas dan Hizbullah. Perang ini dimulai pada tanggal 7 Oktober 2023 dan masih berlangsung hingga saat ini. Israel telah menolak seruan internasional untuk segera mengakhiri perang secara permanen.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, 29.000 warga Gaza telah tewas dalam operasi militer Israel. Perang yang terjadi pada akhir tahun 2023 ini akan menyebabkan pengurangan besar-besaran dalam pengeluaran, perjalanan, dan Israel. Oleh karena itu, perang yang sedang berlangsung merupakan beban berat bagi perekonomian.

Pada triwulan IV tahun 2023, produk domestik bruto (PDB) mengalami penurunan sebesar 19,4 persen. “Ini adalah akibat langsung dari konflik yang dimulai pada 7 Oktober 2023,” kata Biro Pusat Statistik Israel (CBS) kemarin, menurut BBC.

Konflik 7 Oktober menampilkan serangan Hamas terhadap Israel, yang ditanggapi Israel dengan tindakan militer yang berlanjut hingga saat ini. Israel, termasuk sekutu terdekatnya, AS, menolak seruan permanen.

Waktu setempat, Senin (19/2/2024) waktu setempat, CBS Israel menunjukkan PDB hanya akan turun 10,5 persen per tahun, lebih besar dibandingkan riset analis Bloomberg sebelumnya.

CBS memperkirakan akan menyebabkan pengeluaran, perjalanan, dan investasi turun tajam pada akhir tahun 2023. Belanja swasta turun 26,3 persen, ekspor turun 18,3 persen, dan investasi pada aset tetap, khususnya perumahan, turun 67,8 persen. .

Sektor konstruksi juga terhenti karena kekurangan tenaga kerja. Israel berencana mendatangkan pekerja dari negara lain.

Di sisi lain, belanja pemerintah, terutama untuk dan bisnis serta kompensasi keluarga, meningkat sebesar 88,1 persen. Meskipun PDB turun tajam pada periode Oktober-Desember, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan mencapai 2 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *