Upaya Capai Target Nol Kematian Akibat Dengue di Indonesia

upaya capai target nol kematian akibat dengue di indonesia 87d11b6

kabarkutim.com.com, Jakarta – Upaya pencegahan kematian akibat demam berdarah memerlukan kerja sama berbagai pihak.

Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan (CHEMINX) telah bergabung dengan Koalisi Bersama Melawan Demam Berdarah (COBAR) untuk mencapai nihil kematian akibat demam berdarah pada tahun 2030.

Bacaan Lainnya

Kuber Lawan Demam Berdarah sendiri merupakan wadah upaya bersama dalam mendukung tercapainya nihil kematian akibat yang diluncurkan pada September 2023 oleh Kaukus Kesehatan DPR dan Kementerian Kesehatan RI. Saat ini, koalisi telah memulai pertemuan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi tantangan utama pengendalian demam berdarah di Indonesia dan untuk mengembangkan rencana program yang tepat.

Menteri Kesehatan (Minx) Budi Gennady Sadekin mengatakan wabah demam berdarah di Indonesia telah menimbulkan beban penyakit yang sangat besar. Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui vektor, sehingga rencana pengobatannya harus komprehensif.

“Kita perlu mengendalikan vektornya yaitu nyamuk, tapi kita juga harus mengobati masyarakat dengan diagnosis yang akurat dan manajemen kasus (pengobatan) yang tepat. Dengan begitu, penularan bisa dicegah dan kematian bisa dicegah,” kata Dr. FGD di Kobar melawan DBD di Raffles Hotel Jakarta Kamis (28/3).

Angka kematian penderita demam berdarah di Indonesia tergolong tinggi selama empat tahun terakhir. Pada tahun 2021 terdapat 705 kematian, meningkat 1.236 pada tahun 2022, kemudian menurun sebesar 894 pada tahun 2023. Hingga 18 Maret 2024, tercatat 316 kematian.

Untuk mencapai tujuan kematian akibat demam berdarah, Kementerian Kesehatan mempunyai rencana dengan empat pilar, yaitu pencegahan, surveilans, intervensi medis, dan pengobatan.

Komisi IX DPR RI Emmanuel Melkiades Laka Lina mengapresiasi upaya kerja sama dalam mencapai tujuan nihil kematian akibat demam berdarah di Indonesia.

“Upaya untuk mencapai nihil kematian akibat demam berdarah harus dihargai dan diperkuat dengan regulasi yang lebih baik. Dengan upaya bersama ini, langkah perlawanan di masa depan menjadi lebih penting,” kata Melki.

Melki menambahkan, upaya tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah daerah harus membantu dan memastikan pelaksanaan pencegahan DBD di daerah berjalan efektif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *