Wakil Ketua MPR Minta Masyakat Jauhi Pinjaman Online

wakil ketua mpr minta masyakat jauhi pinjaman online ba52a6b

kabarkutim.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Permusyawaratan Rakyat Indonesia Sajrifuddin Hassan mengimbau masyarakat menghindari (panjul) yang dinilai terlalu membahayakan konsumen.

Dalam keterangan tertulisnya, ia mengatakan, Masyarakat tidak boleh terjerumus ke dalam perangkap Pinjul. Memang, ketika mengambil pinjaman dari Pinjul, sepertinya masalah keuangan bisa diatasi, namun ada kendala tertentu saat melunasi pinjaman tersebut. Di Jakarta, Selasa

Bacaan Lainnya

Ia berpesan agar masyarakat menghindari Pinjul. Sebab, pinjaman tersebut akan ditanggung oleh peminjam karena bunga pinjamannya jauh lebih tinggi dibandingkan bunga perbankan pada umumnya. Meski pinjaman resmi ada dan diatur oleh Badan Jasa Keuangan (OJK), namun masyarakat sebaiknya menghindari pinjaman.

Permintaan itu disampaikan Sajrifuddin saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan legislator bertajuk “Pinjaman Online: Keuntungan dan Risiko Pembiayaan UMKM” di Sianjur.

Sajriuddin meminta masyarakat memperhatikan bunga pinjaman yang diberikan Pinjul. Jika tingkat bunga pinjaman melebihi tingkat bunga bank komersial, ini pasti akan menjadi metode penipuan.

Ditegaskannya, jika ada pemberi pinjaman yang mengatakan bunga pinjaman lebih rendah dari bunga bank, sudah pasti penipuan.

Anggota Komite I DPR RI mengakui, ada fintech seperti yang mendapat izin dari Badan Jasa Keuangan (OJK). Namun, masyarakat terkadang kesulitan membedakan pinjaman yang berizin dan ilegal.

Sajriuddin menambahkan, alasan masyarakat tertarik dengan Pinjul adalah karena proses pengajuan pinjamannya yang mudah dan cepat. Sementara itu, untuk mendapatkan pinjaman dari bank resmi, Anda harus melalui banyak syarat.

Dijelaskannya, “Kelemahan bank ini adalah yang dimanfaatkan oleh Pinjul. Mempermudah dan mempercepat pinjaman. Pinjul mengambil peluang di tengah kesulitan keuangan seseorang. Lalu masyarakat tertarik meminjam dari mereka yang merepotkan. “

Lanjutnya, saat mendapat pinjaman dari Pinjul, sepertinya permasalahan keuangan yang dialaminya sudah teratasi. Bahkan pinjaman dari Pinjul menjadi awal mula masalah baru.

Beliau berkata: “Setelah mengambil pinjaman, pada saat itu seseorang menghadapi masalah luar biasa yang belum pernah ada sebelumnya.”

Menurut Sajriuddin, kerugian yang ditimbulkan dari pinjaman tersebut tidak hanya bersifat materi (membayar bunga pinjaman yang tinggi), tetapi juga mengganggu keamanan, ketenteraman, dan kenyamanan pribadi. Ketika pemberi pinjaman menerima pinjaman, terkadang dilakukan secara tidak rasional dengan menggunakan pihak lain dan ancaman kekerasan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *